Kamis , 19 October 2017, 07:08 WIB

VIVA Group Percepat Pembayaran Utang 252 Juta Dolar AS

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Budi Raharjo
Dokpri
Anindya Bakrie
Anindya Bakrie

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- VIVA Group telah melakukan percepatan pembayaran utang sebesar 252 juta dolar AS. Pembayaran itu melalui fasilitas pendanaan yang diterima dari sindikasi delapan institusi finansial internasional.

Fasilitas baru ini diperoleh dengan tingkat bunga rata-rata berkisar 12 persen per tahun. Dengan tenor sampai lima tahun, lebih rendah dibandingkan dengan biaya pinjaman (cost of funding) yang diperoleh perseroan dari fasilitas sebelumnya.

Fasilitas baru tersebut memberikan manfaat sangat besar bagi kami. Berupa penurunan beban bunga yang harus ditanggung oleh Perseroan dari semula 20 persen menjadi rata-rata 12 persen per tahun," ujar Presiden Direktur VIVA Anindya N Bakrie melalui siaran pers, Rabu, (18/10).

Maka, ia menambahkan, beban bunga yang dapat dihemat oleh VIVA selama lima tahun ke depan mencapai lebih dari Rp 1,5 triliun. Efisiensi yang diperoleh melalui fasilitas baru ini, kata dia, juga akan digunakan perseroan untuk mengembangkan usaha. Pasalnya usaha tersebut kini sudah tumbuh baik ke tahap pertumbuhan yang lebih tinggi.

Pada semester pertama 2017, VIVA mencatat kinerjanya meningkat sembilan persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Dari Rp 1,21 triliun menjadi Rp 1,33 triliun, Anindya menyatakan, angka itu merupakan pertumbuhan tertinggi diantara group media di Indonesia.

Sedangkan laba bersih mengalami kenaikan hingga 117 persen menjadi Rp 216 miliar dibandingkan semester satu 2016 yakni Rp111 miliar. Tidak jauh berbeda dengan induknya (VIVA), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) juga mencatatkan  peningkatan kinerja 20 persen dari Rp 858 miliar di semester I 2016 menjadi Rp 1,03 triliun di semester pertama 2017.

Sementara itu selama September 2017, berdasarkan data Nielsen, stasiun TV FTA grup VIVA yaitu ANTV dan tvOne berhasil mencatatkan audience shares sebesar 19,6. Anindya menyatakan, ANTV menjadi TV entertainment nomor satu sedangkan tvOne menjadi stasiun tv berita dan olah raga terdepan di Indonesia.

Saat ini Perseroan sedang melakukan pembahasan dengan para calon bookrunner untuk proses penerbitan obligasi dalam negeri maupun luar negeri, termasuk tahapan-tahapan untuk menerbitkan obligasi tersebut, yang tujuannya adalah untuk dapat menurunkan tingkat pinjaman dan beban bunga pinjaman.

Untuk melanjutkan keberhasilannya sebagai pemimpin TV FTA, di tahun 2017, Perseroan telah menyusun rencana strategis dengan menetapkan digital roadmap masa depan perseroan. Sinergi dilakukan antara stasiun TV FTA milik perseroan yaitu ANTV dan tvOne dengan media digital portal viva.co.id.

Diperkenalkan pula applikasi Viva Mobile dan aplikasi tvOne connect, program-program off air serta memanfaatkan secara maksimal kekuatan media sosial. Dengan begitu, langkah ini dapat meningkatkan keterlibatan (engagement) pemirsa dalam menikmati konten-konten dilayar kaca.

Sebagai gambaran, kini viva.co.id telah menarik lebih dari 16 juta unique visitors per bulan, 113 juta page views per bulan. Sementara, applikasi Viva Mobile memperoleh lebih dari 20 million screen views per bulan dan applikasi tvOne connect telah membukukan 16 juta video minutes per bulan.

Perseroan telah memulai rencana strategis dengan menetapkan digital roadmap yang handal guna menopang pertumbuhan masa depan perseoran. Ini dengan memanfaatkan berbagai konten dan fasilitas dari ANTV sebagai TV entertaiment nomor 1 dan tvOne sebagai TV Berita dan Olahraga nomor 1 di Indonesia, imbuh Anin.

Fasilitas baru ini melengkapi keberhasilan kinerja keuangan VIVA hingga semester I 2017. Di mana VIVA mempertahankan kemampuannya untuk membukukan pertumbuhan pendapatan tertinggi di industri media di Indonesia.

Fasilitas baru ini juga memberikan fleksibilitas keuangan bagi Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan, investasi pengembangan bisnis digital dan/atau pengembangan TV FTA. Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh Perseroan tentunya bertujuan untuk meningkatkan kinerjanya serta meningkatkan laba bersih dimasa mendatang, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.