Jumat , 13 Oktober 2017, 02:18 WIB

Status Gunung Agung tak Pengaruhi Penerbangan Garuda ke Bali

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Budi Raharjo
Republika/Wihdan Hidayat
Pesawat Garuda Indonesia menunggu jadwal perawatan dan perubahan konfigurasi kursi penumpang di Hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno Hatta, Banten, Ahad (23/7).
Pesawat Garuda Indonesia menunggu jadwal perawatan dan perubahan konfigurasi kursi penumpang di Hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno Hatta, Banten, Ahad (23/7).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Nina Sulistyowati memastikan penerbangan maskapai Garuda ke Bali masih normal. Meskipun saat ini status Gunung Agung masih berstatus awas.

Menurutnya, hingga saat ini tingkat kunjungan ke Bali masih tetap tinggi. "Penerbangan Garuda Indonesia juga tetap beroperasi normal, dengan tingkat isian pesawat tetap tinggi dengan rata-rata isian mencapai 75 hingga 87 persen contohnya penerbangan dari Australia," kata Nina, Kamis (12/10).

Nina mengatakan hal itu masih menunjukkan minat pariwisata di Bali belum menurun karena situasi Gunung Agung. Dia yakin pariwisata di Bali masih terus menggeliat dan berjalan normal.

"Kami sebagai maskapai nasional, tentunya selalu siap dan akan terus mendukung pariwisata Bali dengan membawa masyarakat internasional ke Bali untuk dapat menikmati berbagai obyek wisata menarik," jelas Nina.

Sebelumnya Dinas Pariwisata Bali mengatakan bahwa seluruh wisatawan domestik dan asing yang kini berada di Bali tidak perlu khawatir. Berbagai objek wisata seperti Sanur, Kuta, dan Jimbaran berjarak cukup jauh sekitar 72 kilometer dari Gunung Agung tersebut.

Dengan kondisi yang normal tersebut, Dinas Pariwisata Bali juga mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tetap berwisata ke Bali. Sebab ada sembilan bandara alternatif di luar Bali yang disiapkan untuk penerbangan jika abu vulkanik dari Gunung Agung tersebut terdeteksi.