Kamis , 12 October 2017, 08:54 WIB

Pacu Ekspor ke Pasar Dunia, Sinar Mas Ikuti Trade Expo 2017

Red: Gita Amanda
Sinar Mas
Managing Director Sinar Mas Group Saleh Husin di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10).
Managing Director Sinar Mas Group Saleh Husin di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGGERANG SELATAN  -- Produksi industri pengolahan di Indonesia terus dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah, mendongkrak devisa dan penciptaan lapangan kerja. Pelaku industri juga siap menyokong upaya peningkatan kualitas dan perluasan ekspor ke pasar dunia.

Hal itu diungkapkan oleh Managing Director Sinar Mas Group Saleh Husin di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10) lalu. Sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo agar pangsa pasar dan ragam produk industri diperluas, Sinar Mas sangat termotivasi dan sangat mendukung hal itu. "Sinar Mas sendiri terus melakukan riset, inovasi produk dan menjalin kerja sama dengan negara-negara tujuan ekspor baru," katanya melalui siaran pers.

Komitmen tersebut didukung oleh pilar bisnis Sinar Mas yaitu pulp dan kertas, serta agribisnis dan pangan. Selain itu, kelompok usaha ini memiliki bisnis layanan keuangan, pengembang, telekomunikasi, dan energi serta infrastruktur.

Teranyar, perusahaan ini baru saja meresmikan dan mengoperasikan pabrik oleokimia PT Energi Sejahtera Mas dengan nilai investasi mencapai Rp 4,77 triliun di Dumai, Riau. Pabrik tersebut memproduksi asam lemak dan lemak alkohol berkapasitas 160 ribu metrik ton per tahun dan mengekspornya ke kawasan Asia, Eropa Timur dan Eropa Barat.

"Pameran seperti TEI ini juga menjadi kesempatan bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan produk berkualitas yang kompetitif, sekaligus bertemu dengan mitra serta calon mitra dari seluruh dunia. Kita optimistis dapat menciptakan peluang pemasaran internasional dan memenuhi kebutuhan pasar. Benefitnya adalah turut menggerakkan ekonomi nasional, juga menggairahkan bisnis dunia," ujar Saleh.

Pameran berkelas internasional itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mendorong terciptanya pengembangan industri di Tanah Air. "Kawasan Afrika, Eurasia, Timur Tengah, Asia Selatan, termasuk Turki, Vietnam. Lihat kebutuhan mereka yang belum dipenuhi, dan munculkan industri baru kita di Indonesia. Ini harus cepat sebelum didahului negara lain," katanya.

TEI 2017 akan menampilkan lebih dari 300 produk dan jasa Indonesia yang akan dipamerkan dibagi dalam tujuh zona produk potensial dan unggulan nasional. Ajang ini merupakan gelaran ke-32 kali dan berlangsung pada 11-15 Oktober 2017.