Ahad , 08 March 2015, 17:47 WIB

Negara Muslim Terbesar Butuh Bank Syariah Besar

Rep: c85/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Agung Supriyanto
 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berencana untuk lakukan merger terhadap empat Bank Syariah pelat merah. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan, rencana penggabungan tiga Bank Syariah ini sudah dibicarakan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rini mengakui bahwa meski belum mencapai keputusan final, namun dia memandang bahwa rencana ini merupakan ide yang baik. 

"Memang OJK itu mengusulkan demikian. Dan saya rasa memang juga sangat baik. Karena kita belum punya bank syariah yang betul-betul besar," ujar Rini, Sabtu (7/3). 

Hal ini, menurut Rini, mengingat Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. "Jadi kita butuh bank syariah yang besar. Bukan yang kecil kecil," ujarnya lagi. 

Dalam waktu dekat ini, Rini melanjutkan, pemerintah akan merampungkan pembahasan rencana merger empat bank syariah ini. 

Meski demikain, Rini belum bisa memastikan apakah struktur keempat nya nanti berupa merger. Selain opsi itu, Rini menyebut opsi holding. Namun, opsi merger menjadi yang paling mungkin. 

"Mungkin kalau syariah, belum bisa memastikan bagaimana strukturnya. Tapi kemungkinan besar yang terbaik itu di merger. Jadi bukan holding," lanjut Rini.

Ditanya mengenai siapa bank yang akan menjadi leader, Rini juga menggelengkan kepala. "Masih ditelaah," katanya. Perlu diketahui bahwa aset terbesar dimiliki oleh Bank Syariah Mandiri. Selain Bank Syariah Mandiri, bank yang akan dimerger termasuk Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, dan Bank BTN Syariah.