Jumat , 06 Oktober 2017, 20:53 WIB

Produksi Alutsista, Peran Swasta Nasional Perlu Diperbesar

Red: Budi Raharjo
Dok
KRI Teluk Bintuni
KRI Teluk Bintuni

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kemampuan industri dalam negeri dalam menunjang produksi alat utama sistem pertahanan (alutsista) dinilai sudah berkembang. Pemerintah pun diminta membuka peluang lebih besar keterlibatan perusahaan swasta lokal untuk memperkuat alutsista khususnya melalui pengadaan armada-armada penunjangnya.

"Industri pendukung proyek-proyek alutsista juga sudah mulai berkembang dan memiliki kemampuan untuk memasok kebutuhan dalam rangka mendukung akselerasi industri alutsista di dalam negeri," ujar Direktur The National Maritim Indonesia (Namarin) Siswanto Rusdi di Jakarta.

Siswanto mengakui saat ini pemerintah sudah mulai memberikan kesempatan kepada swasta nasional untuk terlibat dalam membangun alat penunjang alutsista. Ia mencontohkan sejumlah kapal milik TNI telah dibangun oleh galangan kapal swasta nasional seperti oleh PT Caputra Mitra Sejati,  PT Palindo Marine, PT Daya Radar Utama, PT Tesco, dan sebagainya.

Jumlah galangan kapal di Indonesia saat ini tercatat lebih dari 200 perusahaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tetapi, Siswanto menyatakan, perusahaan galangan kapal yang baru terlibat di industri alutsista masih di bawah 10 persen. “Kemampuan mereka saya pikir sudah mumpuni,” katanya.

Pada peringatan HUT TNI ke-72 di Cilegon, Banten, Kamis (5/10) kemarin, sejumlah alutsistsa ditampilkan. Di antara produk swasta nasional yang menyerap komponen dalam negeri adalah kapal angkut tank KRI Teluk Bintuni.

Kapal itu dibangun dengan menggunakan tenaga kerja lokal serta komponen produksi perusahaan dalam negeri, seperti windlass, crane, tank turntable yang merupakan produk PT Pindad (Persero). Kemudian AC dan  MSB/BCC yang merupakan buatan produk PT Teknik Tadakara Sumberkarya di Surabaya, pelat kapal produk PT Krakatau Steel (Persero),  Brecket buatan Barata, kabel buatan PT Kabelindo dan pintu serta jendela produk Sahabat Tegal.

Siswanto menilai pelibatan swasta bisa diperbesar dengan meningkatkan kerja sama antara BUMN dan perusahaan swasta seperti pengerjaan satu proyek kapal dilakukan bersama-sama. “Ini juga untuk meningkatkan kemampuan swasta memproduksi dan mengembangkan industri alutsista,” ujarnya.

Berita Terkait