Kamis , 25 May 2017, 08:30 WIB

Siloam Akuisisi RSU Putera Bahagia Cirebon

Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Youtube
MRCCC Siloam Hospital
MRCCC Siloam Hospital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) mengumumkan akuisisi Rumah Sakit Umum Putera Bahagia (RSUPB) di Cirebon, bergantung pada hasil akhir ulasan uji kelayakan. Akuisisi tersebut dilakukan melalui perolehan kepemilikan 100 persen oleh Siloam atas RSUPB sebesar Rp 130 miliar. 

RSUPB adalah rumah sakit dengan 105 kapasitas tempat tidur di Cirebon RSUPB beroperasi di bangunan empat lantai seluas 8.209 meter persegi (m²) dan tanah seluas 5.329 m². Rumah sakit yang telah terdaftar untuk melayani pasien BPJS Kesehatan itu melayani sekitar 6 ribu kunjungan rawat jalan dan 340 admisi rawat inap setiap bulan. Saat ini, 100 tempat tidur operasional memiliki tingkat utilisasi sebesar 63 persen yang menghasilkan pendapatan Rp 63 miliar per tahun. 

Presiden Direktur Siloam Ketut Budi Wijaya mengatakan, Cirebon sebagai pusat pertumbuhan baru di timur Jawa Barat memiliki potensi yang sangat besar. Terdapat dua proyek besar infrastruktur yang sedang dibangun dalam radius 60 kilometer dari Cirebon, yaitu Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban. 

"Dengan alasan ini, kami sangat senang dapat memasukkan Rumah Sakit Umum Putera Bahagia ke dalam portofolio kami. Akuisisi ini akan segera berkontribusi pada pendapatan perseroan," ujar Ketut dalam siaran pers yang dikirimkan ke republika.co.id, Rabu (24/5).

Menurut Ketut, langkah akuisisi akan semakin memperkuat kehadiran Siloam sebagai rumah sakit ke-10 perseroan yang berlokasi di provinsi terpadat di Indonesia dengan 47 juta penduduk tersebut. Hal itu, sambung dia, akan membantu Siloam memperluas portofolio penawaran produk dan layanan kepada konstituennya tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di Indonesia.