Kamis , 05 October 2017, 19:12 WIB

PT Jamkrida Jabar Ajukan Suntikan Modal Rp 75 Miliar

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini
ANTARA
Rupiah (ilustrasi)
Rupiah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- BUMD Provinsi Jawa Barat, PT Jamkrida Jabar, mengajukan penambahan penyertaan modal APBD Pemprov Jabar sebesar Rp 75 miliar untuk tahun anggaran 2018. Menurut Direktur Utama PT Jamkrida Jabar Tri Budi Muljawan, penambahan komposisi modal diharapkan dapat meningkatkan sokongan pendapatan asli daerah (PAD).
 
Tri mengatakan, pihaknya telah mengajukan penambahan penyertaan modal Pemprov Jabar sebesar Rp 75 miliar untuk tahun anggaran 2018. Saat ini, penyertaan modal Pemprov Jabar sebesar Rp 153 miliar atau sekitar 51 persen dari total modal PT Jamkrida Rp 300 miliar.
 
"Kemarin kami ajukan penambahan modal untuk 2018 tetapi sepertinya situasi APBD agak repot, mungkin mundur jadi 2019," ujar Tri usai penandatanganan MoU dengan tiga BPRS di Bandung, Kamis (5/10).
 
Menurut Tri, ia mendengar penambahan modal tersebut agak sulit, karena Pemerintah Provinsi Jabar dapat tambahan beban atas pengelolaan SMA. "Ini agak repot. Tidak hanya ke kami, tapi juga ke BUMD lain," katanya.
 
Namun, kata dia, penyertaan modal Pemprov Jabar tidak dibutuhkan untuk periode saat ini. Suntikan modal itu akan dibutuhkan di akhir 2018 hingga 2019. Karena mempertimbangkan proses politik anggaran, pengajuan suntikan modal dilakukan saat ini. Walaupun, pihaknya mengakui beban APBD Pemprov Jabar saat ini semakin besar dengan adanya alih kelola SMA/SMK ke provinsi.
 
Menurut Tri, suntikan modal dari APBD Pemprov Jabar dibutuhkan dalam rangka memperluas ekspansi bisnis, menjamin kredit pelaku usaha di Jawa Barat. Penjaminan itu, dibutuhkan agar aksesibilitas masyarakat terhadap perbankan semakin mudah. Penandatanganan MoU dengan tiga BPRS, salah satu bagian dari perluasan bisnis PT Jamkrida Jabar.
 
Dalam lima tahun beroperasi, kata dia, PT Jamkrida Jabar telah menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 4,5 miliar yakni, dimulai pada 2014 sebesar Rp 1 miliar, 2015 Rp 1 miliar, dan 2016 sekitar Rp 2,5 miliar.
 
"Tahun ini, kami optimistis bisa menyumbang PAD Rp 3 miliar, di tengah adanya perubahan peraturan OJK yang mengharuskan kami melakukan pelaporan secara bulanan," kata Tri.
 
PT Jamkrida Jabar, kata dia, telah membantu 41.411 KUMKM di Jawa Barat dengan volume kredit mencapai Rp 3,3 triliun dan volume penjaminan Rp 2,5 triliun. Berdasarkan penjaminan itu, BUMD Pemprov Jabar itu diperkirakan telah mampu menyerap 1.084.530 tenaga kerja di Jawa Barat.