Rabu , 22 April 2015, 11:13 WIB

Banten akan Bangun PLTU Berkapasitas 2.000 MW

Rep: c 81/ Red: Indah Wulandari
PLTU, ilustrasi
PLTU, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,SERANG -- Guna menambah pasokan listrik Jawa-Bali, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kabupaten Serang, Banten. PLTU ini rencanya akan dibangun dengan kapasitas 2.000 megawatt (MW).

“PT PJB yang merupakan anak perusahaan PT PLN akan menjadi investor strategis untuk pengembangan PLTU Jawa 7,”  kata Direktur SDM dan Administrasi PJB Tri Laksito Sunu, Rabu (22/4).

Pengembangan PLTU Jawa 7 ini merupakan bagian dari program penambahan kapasitas pembangkit 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah.

Tri mengatakan bahwa pembangunan PLTU ini akan meningkatkan pasokan listrik bagi daerah sekitar Jawa bagian Barat dan Jakarta.

“PLN diharapkan dapat menurunkan subsidi listrik karena turunnya biaya produksi dengan batu bara yang lebih murah dibanding dengan menggunakan bahan bakar minyak,” ungkapnya.

Ia  berharap, pengembangan PLTU ini dapat berkontribusi berupa pendapatan daerah, peningkatan lapangan kerja serta arus investasi di Banten.  

Manager Senior Lingkungan dan K3 PT PJB Muhammad Munir menjelaskan,  saat ini sedang dilakukan proses tender untuk mencari mitra PJB dengan membentuk konsorsium bersama. Sejauh ini, ada 15 peserta yang berminat untuk ikut membangun proyek pembangkit listrik raksasa ini.

Proses tender saat ini, lanjut Munir,  tengah masuk dalam tahap pra qualification (PQ). Pembangunan PLTU dijadwalkan bakal dimulai pada semester I 2016 dan beroperasi pada 2020 dan akan menghabiskan biaya sekitar 2 miliar dolar AS atau mencapai Rp 26 triliun.

Plt Gubernur Banten Rano Karno berharap, rencana pembangunan PLTU ketiga di Banten  ini akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan banten pada khsusunya.

“Saya sangat mendukung pembangunan PLTU ini, akan tetapi harus banyak manfaat terutama bagi masyarakat sekitar.  Yang terpenting kan di Banten ini sudah banyak berdiri PLTU, tetapi masih banyak masyarakat yang belum terarili listrik, ini harus menjadi perhatian khusus,” katanya.