Rabu , 30 December 2015, 13:00 WIB

Bank Mandiri Kelola Kas PT Pos

Red: operator

REPUBLIKA.CO.IDBank Mandiri Kelola Kas PT Pos

PT Pos Indonesia membangun kerja sama dengan lima BUMN besar.

BANDUNG -- Bank Mandiri menyediakan layanan perbankan bagi PT Pos Indonesia untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kas. Penandatanganan kerja sama penyediaan layanan tersebut ditandatangani Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W Setijono dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto di Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/12).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto mengatakan, melalui kerja sama tersebut, Bank Mandiri akan mengelola kas PT Pos Indonesia mencakup penyediaan likuiditas, penerimaan setoran dana, pengelolaan dana dan rekening PT Pos, fasilitas cash management, serta layanan perbankan lain untuk pegawai dan mitra bisnis PT Pos Indonesia.

Kerja sama tersebut juga merupakan salah satu bentuk sinergi dan dukungan Bank Mandiri terhadap kemajuan bisnis PT Pos Indonesia. "Kami berharap layanan perbankan Mandiri dapat membantu PT Pos Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis ke depan, terutama di sektor jasa ekspedisi, logistik, dan keuangan," kata Sulaiman.

Sulaiman melanjutkan, kerja sama Bank Mandiri dengan Pos Indonesia selama ini telah menghasilkan berbagai pengembangan bisnis. Salah satunya, pembentukan bank joint venture bersama-sama PT Taspen yang bernama Bank Mantap. Saat ini, Bank Mantap menjadi kendaraan untuk penyaluran kredit pensiunan.

Mandiri dan Pos Indonesia juga berkolaborasi dalam mendukung kelancaran penyaluran PSKS melalui Layanan Keuangan Digital. Untuk memudahkan transaksi keuangan masyarakat, Bank Mandiri telah menempatkan sekitar 4.000 mesin electronic data capture (EDC) di kantor pos di seluruh Indonesia.

Selain kerja sama tersebut, Bank Mandiri juga menyediakan layanan keuangan bagi pegawai dan pensiunan PT Pos Indonesia. Saat ini, PT Pos Indonesia tercatat memiliki sekitar 26 ribu pegawai dan 16 ribu pensiunan.

Sulaiman menambahkan, terkait dengan bisnis cash management secara keseluruhan di Bank Mandiri, saat ini Bank Mandiri telah melayani lebih dari 14 ribu nasabah. Jumlah transaksi hingga Oktober 2015 mencapai 45,4 juta transaksi atau tumbuh 47,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, Bank Mandiri terus berupaya mengembangkan kualitas layanan agar lebih banyak lagi korporasi di Indonesia, baik swasta maupun perusahaan-perusahaan milik negara, yang memanfaatkan layanan perbankan Bank Mandiri.

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi W Setijono menyatakan, kerja sama dengan Bank Mandiri merupakan bagian dari upaya pengembangan bisnis perusahaan yang bekerja sama dengan lima BUMN besar. Selain Bank Mandiri, BUMN lain yang diajak kerja sama PT Pos adalah Bio Farma, Kimia Farma, Telkom, dan Pertamina.

Menurut Gilarsi, kerja sama dilakukan untuk mengembalikan kejayaan bisnis PT Pos Indonesia. Apalagi, selama ini kemajuan bisnis PT Pos tidak terlalu terdengar ke pihak luar. Karena itu, perusahaan menilai perlu bersinergi dengan BUMN lain untuk mengembangkan bisnis pos dalam banyak bidang.

"Pos Indonesia ini sosok raksasa yang sudah lama lelap tidur. Saatnya untuk bangkit membenahi negeri dengan membangun sinergi untuk bekerja sama dengan lembaga lainnya," kata Gilarsi.

Kesepahaman bersama tersebut, kata Gilarsi, juga merupakan wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat bersama pemangku kepentingan lainnya. Perusahaan bertekad menegaskan prinsip bermanfaat dan menguntungkan juga menjunjung semangat sinergitas antar-BUMN.

Gilarsi menuturkan, kerja sama meliputi pemanfaatan potensi masing-masing BUMN. Seperti yang telah diketahui, Pos Indonesia memiliki banyak layanan dalam bidang jasa pengiriman, layanan keuangan, bisnis ritel, dan logistik. Kerja sama diharapkan bisa membantu seluruh pihak dalam menjalankan serta memperlancar bisnisnya. "Mengingat jaringan Pos Indonesia sudah tersebar luas hingga ke pelosok negeri juga negara lain," katanya.

Adapun kerja sama PT Pos dengan Kimia Farma difokuskan pada pengiriman obat-obatan ke seluruh Tanah Air. "Jadi, akses penduduk mendapatkan obat bisa lebih cepat."

Begitu pun dengan Bio Farma yang bekerja sama mengirimkan vaksin-vaksin, terutama bagi penduduk di daerah-daerah terpencil. Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Bio Farma Sugeng Raharjo mengatakan, kerja sama dengan PT Pos sangat penting mengingat semua masyarakat harus mendapatkan hak kesehatan yang sama. Apalagi, Bio Farma tidak memiliki kantor cabang selain kantor pusat di Bandung.

"Bio Farma kantornya hanya di Bandung. Nggak ada cabang lain di seluruh Indonesia. Kita bisa memanfaatkan jasa PT Pos untuk mengantarkan vaksin sampai tingkat provinsi hingga kecamatan," ujar Sugeng.

Selain dengan lima BUMN, PT Pos Indonesia juga menjalin kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Sosial Rumah Amal Salman ITB. Bersama Rumah Amal Salman ITB, PT Pos diharapkan bisa menjadi lembaga penyalur sumbangan dari masyarakat untuk kegiatan Rumah Amal Salman ITB. Terutama, dalam pengumpulan dana yang bisa digunakan untuk beasiswa yang setiap tahun diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang kuliah di Bandung.n c26 ed: eh ismail