Rabu , 29 September 2010, 06:11 WIB

Kenaikan Tarif Ditunda, KA Merugi Rp 120 M

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Djibril Muhammad
Mudik dengan kereta api/ilustrasi.
Mudik dengan kereta api/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi yang dibatalkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan No 54 Tahun 2010 tentang penundaan kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi pada 23 September 2010 lalu, ternyata akan berdampak cukup signifikan bagi PT KAI.

Dalam SK tersebut, kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi ditunda hingga 31 Desember 2010. Menurut Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Ignasius Jonan, akibat penundaan kenaikan tarif selama tiga bulan tersebut, PT KAI diperkirakan akan mengalami kehilangan pendapatan sebesar Rp 120 M. Kerugian itu akan semakin besar jika penundaan terus diperpanjang.

"Kalau ditunda semakin lama, semakin naik ongkos produksinya. Kerugian pun akan semakin besar," ungkap Ignasius kepada wartawan dalam jumpa pers usai memperingati HUT Kereta Api ke 65 di kantor PT KAI, Bandung, Selasa (28/9).

Padahal, lanjutnya, tujuan adanya kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi yaitu untuk memperbaiki kualitas pelayanan kereta tersebut. Pasalnya, selama ini kereta api kelas ekonomi memiliki citra yang buruk di masyarakat. Dengan naiknya tarif, diharapkan pelayanan meningkat, keamanan terjamin sehingga akan turut serta meningkatkan jumlah penumpang kereta api.

Rencananya, PT KAI akan terus melakukan perubahan dan peningkatan kualitas secara bertahap pada kereta api kelas ekonomi seperti pemakaian pendingin ruangan (AC) serta toilet ramah lingkungan. Ia menuturkan PT KAI telah mendapat kepastian penundaan kenaikan tarif kereta api setelah Menhub menandatangani SK No 54 tahun 2010.

Dengan penandatanganan tersebut, Menhub akan mengkaji kembali kenaikan tarif pada kereta kelas ekonomi hingga akhir 2010. "Penetapan tarif kereta api harus fleksibel. Saat ini kereta api ekonomi jurusan Jakarta-Bogor masih ada memiliki tiket seharga Rp 1.000 dan harga tersebut belum berubah hingga sejak delapan tahun lalu," ungkapnya.

Peningkatan kualitas kereta api kelas ekonomi secara bertahap, dilakukan PT KAI dengan meluncurkan KA Ekonomi AC Bogowonto jurusan Pasar Senen-Kutoarjo. Selain memiliki pendingin ruangan, kereta ini juga dilengkapi dengan toilet yang ramah lingkungan.