Senin , 09 September 2013, 19:12 WIB

Adaro Nilai Pemberitaan Lapangan Tapian Timur Menyesatkan

Red: Hazliansyah
Antara/Andika Wahyu
Garibaldi Thohir
Garibaldi Thohir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemberitaan tentang Boy Thohir dan Suap SKK Migas dinilai tendensius dan menyesatkan. Pemberitaan tersebut menyudutkan dan mengganggu nama baik PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir - nama lengkap Boy Thohir.

Pihak Adaro pun membantah adanya pemberitaan yang seakan-akan telah membuktikan adanya keterkaitan antara Garibaldi Thohir dan Adaro dengan kasus suap SKK Migas.

"Pemberitaan perihal Lapangan Tapian Timur telah dibuat tanpa perimbangan-perimbangan informasi dari pihak kami dan sedemikian rupa telah direkayasa," ujar Corporate Secretary Adaro Devindra Ratzarwin melalui rilisnya kepada RoL.

Dia mengungkapkan, adanya pemberitaan yang menyebutkan konflik Adaro dengan Pertamina tidak benar. Devindra menjelaskan, tumpang tindih adalah hal yang wajar dan seringkali terjadi. Menurutnya, skema penyelesaian antara Adaro dan Pertamina berdasarkan arahan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral merupakan yang terbaik untuk kepentingan negara.

Dia menjelaskan,  keterlibatan tersebut sudah berdasarkan kajian dan telaah teknis dan ekonomi secara independen. Justru apabila tidak diselesaikan dengan baik maka kepentingan negara yang dirugikan karena baik Pertamina dan Adaro adalah penyumbang penerimaan negara.

Selain itu, Devindra menjelaskan, tidak ada lobi khusus antara Adaro dengan pemerintah. Menurutnya,  pertemuan antara Garibaldi Thohir dengan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo sedang mengadakan kunjungan kerja berupa safari Ramadhan atas undangan Pertamina EP.

Pada saat itu, Garibaldi Thohir sedang mengadakan kegiatan rutin tahunan safari Ramadhan dengan Muspida dan tokoh masyarakat Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan yang memang saban tahun dilakukan Adaro.

"Tidak ada lobi-lobi khusus yang dilakukan Adaro, apalagi pimpinan Adaro,"jelasnya. Terlebih, Adaro tidak bergerak ataupun memiliki kepentingan dengan industri Migas.