Jumat , 02 Mei 2014, 13:54 WIB

Laba Bersih Adaro Melonjak Hingga 344 Persen

Red: Nidia Zuraya
Republika/Wihdan Hidayat
 PT Adaro Energy Tbk
PT Adaro Energy Tbk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adaro Energy, Tbk berhasil membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 14 persen sepanjang kuartal I-2014. Pendapatan usaha perusahaan pertambangan batu bara ini tercatat sebesar 845 juta dolar AS.

Kenaikan pendapatan usaha ini didorong oleh kenaikan volume penjualan bersamaan dengan penurunan rata-rata harga jual (ASP) sebesar 7 persen. Selain itu, beban pokok pendapatan turun 1 persen menjadi 599 juta dolar AS, sementara EBITDA Adaro naik sebesar 81 persen menjadi 306 juta dolar AS sehingga EBITDA marjin menjadi sebesar 36 persen.

Kenaikan volume penjualan yang lebih tinggi dan biaya-biaya yang lebih rendah sepanjang kuartal I-2014 ini turut mengerek perolehan laba bersih Adaro sebesar 344 persen menjadi 131 juta dolar AS.

Perseroan juga mencatat pada kuartal satu, EBITDA Operasional dan Laba Inti yang tidak memperhitungkan komponen akuntansi non operasional, naik masing-masing 74 persen menjadi 294 juta dolar AS dan 221 persen menjadi 137 juta dolar AS. EBITDA Operasional lebih rendah dari EBITDA yang dilaporkan karena hanya satu kali keuntungan.

Adaro juga menurunkan biaya kas batu bara (tidak termasuk royalti) sebesar 24 persen menjadi 29,82 dolar AS per ton. Menurut penjelasan yang diterima ROL, Jumat (2/5), sebagian besar penurunan tersebut disebabkan nisbah kupas yang secara musiman lebih rendah meskipun volume lapisan penutup meningkat 10 persen serta lebih rendahnya biaya angkut dan biaya penanganan, harga bahan bakar yang lebih rendah dan inisiatif penurunan biaya lain. Pada tahun 2014, Adaro mulai melaporkan biaya pengupasan berdasarkan realisasi biaya·