Jumat , 29 September 2017, 17:01 WIB

Dirut: Aset PLN Capai Rp 900 Triliun

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Antara/Zabur Karuru
Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi)
Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir mengatakan salah satu langkah untuk mencapai target proyek 35 ribu megawatt (MW) adalah revaluasi aset. Pascarevaluasi aset, ekuitas PLN, kata Sofyan saat ini mencapai Rp 900 triliun.

Langkah revaluasi aset ini dilakukan oleh PLN agar bisa memperluas ruang pinjaman dan memperbesar besaran pinjaman untuk mengerjakan proyek 35 ribu megawatt. Selain mengantongi Rp 900 triliun, jika ditotal maka jumlah total aset PLN mencapai Rp 1.300 triliun.

"Berkaitan dengan proyek tak masalah, salah satu langkah konkrit kita untuk bisa memenuhi target proyek 35 ribu megawatt adalah revaluasi aset. Ekuiti kita naik," ujar Sofyan saat ditemui Republika di Jakarta, Kamis (28/9) malam.

Sofyan menjelaskan dengan total ekuitas tersebut maka PLN mempunyai porsi pinjaman hingga Rp 2.000 triliun. Sofyan mengatakan angka tersebut bisa memenuhi target proyek 35 ribu MW.

"Ini kekuatan kami. dengan nilai segini kita bisa pinjam uang sampai Rp 2.000 triliun. Dengan modal Rp 900 triliun," ujar Sofyan.

Berita Terkait