Jumat , 15 September 2017, 00:02 WIB

BGS Diminta Siapkan Holding Tambang, Serap Saham Freeport?

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nur Aini
Antara/Widodo S. Jusuf
 Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin berjalan menuju ruang tunggu setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/4).
Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin berjalan menuju ruang tunggu setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/4).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri BUMN, Rini Soemarno mengganti direktur utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk mempersiapkan perseroan tersebut menjadi perusahaan induk pertambangan. Budi Gunadi Sadikin, mantan direktur utama Bank Mandiri ditunjuk Rini untuk memimpin perusahaan yang rencananya akan menyerap saham Freeport tersebut.

Sosok Budi Gunadi Sadikin dinilai Rini mumpuni dalam bidang keuangan. Rini mengatakan direktur utama dengan latar belakang perbankan mempunyai kapasitas lebih luas untuk bisa mengatur keuangan dan seluk beluk keuangan bidang pertambangan.

"Alasannya kan justru karena mumpuni di bidang keuangan, sudah menjadi pimpinan Bank Mandiri berarti pengalamannya luas. Kalau di perbankan pengetahuannya di berbagai sektor, khususnya di pertambangan itu tinggi. Jadi beliau sudah mengerti penuh bagaimana membenahi sektor pertambangan," ujar Rini di Jakarta, Kamis (14/9).

Rini berharap Budi bisa melakukan perbaikan dan persiapan dari sisi finansial PT Inalum. Ia nilai ini penting, karena ke depan Inalum harus bisa mumpuni sebagai perusahaan holding pertambangan.

"Pak BGS jadi Dirut Inalum yang diharapkan dalam waktu dekat PT Inalum akan menjadi perusahaan holding pertambangan," ujar Rini.

Untuk rencana pembentukan holding tambang yang akan menyerap divestasi saham Freeport, Rini tak bicara banyak. Ia mengatakan, pihaknya hanya bertanggung jawab untuk menyiapkan BUMN yang sehat untuk bisa menyerap divestasi tersebut. "Itu kan fungsinya dari Kemenkeu sama Kementerian ESDM. Kami sebagai pendukung siap mendukung untuk mengurus seterusnya," ujar Rini.