Kamis , 14 September 2017, 15:46 WIB

Astra Infra Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Hingga 8 Persen

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara
Pembangunan jalan tol (ilustrasi).
Pembangunan jalan tol (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT. Astra Infra, anak perusahaan PT. Astra Internasional Tbk, menargetkan pertumbuhan pendapatan delapan persen sampai akhir 2017. Direktur Astra Infra Wiwiek D Santoso optimistis target tersebut dapat tercapai seiring dengan bertambahnya ruas jalan tol yang dioperasikan Astra.

"Tahun ini untuk pertumbuhan Astra Infra, dalam hal pendapatan, mungkin di angka 7-8 persen," ujarnya, ditemui di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (14/9).

Memang, sambung Wiwiek, angka tersebut tidak terlalu tinggi. Sebab, tol-tol yang pertumbuhannya tinggi hanya tol baru. Sehingga belum bisa memberikan kontribusi besar pada pendapatan.

Astra Infra sendiri belum lama ini baru saja meresmikan pengoperasian jalan tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 kilometer. Sebelumnya, Astra Infra juga telah mengakuisisi saham PT. Bashkara Utama Sedaya sehingga Astra kini menguasai 45 persen saham di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Wiwiek mengatakan, untuk jalan tol yang relatif baru seperti Cipali, pertumbuhan pendapatannya memang masih tinggi, di atas 10 persen. Namun, untuk tol yang sudah lama beroperasi seperti Tangerang-Merak, pertumbuhannya diperkirakan hanya akan mencapai empat persen. "Memang tidak bisa terlalu tinggi karena perekonomian juga masih seperti ini. Tapi empat persen menurut saya masih oke," kata Wiwiek.

Sampai 2020 mendatang, Astra Infra menargetkan dapat mengoperasikan jalan tol dengan total panjang 500 kilometer. Sampai hari ini, Astra telah berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 353 kilometer.