Kamis , 14 September 2017, 14:12 WIB

Sinar Mas Operasikan Pabrik Oleokimia Senilai Rp 4,77 T

Red: Nidia Zuraya
Anak usaha Sinar Mas Group, PT Sinar Mas Cepsa.
Anak usaha Sinar Mas Group, PT Sinar Mas Cepsa.

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto resmikan pabrik oleokimia PT Energi Sejahtera Mas dengan nilai investasi mencapai Rp 4,77 triliun di Kawasan Industri Lubuk Gaung Kota Dumai, Kamis (14/9). Pabrik oleokimia pertama di Indonesia diresmikan ini adalah perusahaan Sinar Mas Cepsa, patungan antara Golden Agri Resources Ltd (GAR) dan induk usaha PT SMART Tbk, dengan bahan baku minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.

Pabrik oleokimia tersebut akan memproduksi asam lemak dan lemak alkohol berkapasitas 160 ribu metrik ton (MT) per tahun ini memiliki pangsa pasar di kawasan Asia, Eropa Timur dan Eropa Barat.

"Usaha patungan ini akan memproduksi alkohol lemak berbasis nabati serta turunannya yang terdepan dengan skala global dan pasokan bahan baku yang berkelanjutan," kata Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food Franky O Widjaja.

Disebutkan, peluncuran pabrik di Dumai ini merupakan langkah penting untuk mencapai visi perusahaan menjadi produsen alkohol lemak berbasis nabati terdepan dan dapat meningkatkan nilai tambah bagi turunan kelapa sawit serta menciptakan lapangan kerja baru di Riau khususnya dan Indonesia umumnya.

Perusahaan kelapa sawit terbesar kedua di Indonesia dan terpusat di Madrid Spanyol ini, lanjutnya, membuka pabrik baru di Dumai akan membuka 300 lapangan kerja dan memproduksi 160 ribu MT alkohol per tahun karena semakin diminati sebagai bahan baku produk perawatan pribadi dan deterjen cair.

Pabrik Dumai sepenuhnya telah beroperasi secara mandiri dan menghasilkan listrik, mengolah limbah dan mengelola logistik sendiri, berlokasi strategis dan kilang minyak telah sertifikasi RSPO. "Kita juga memiliki area tanam dengan total luas nasional mencapai lebih 480 ribu hektare dan menciptakan lapangan kerja 170.700 tenaga kerja indonesia," kata Vice Chairman dan CEO Cepsa Pedro Mino.

Fokus utama perusahaan adalah memproduksi minyak kelapa sawit secara berkelanjutan, dan di Indonesia melakukan kegiatan utama meliputi budidaya dan pengolahan tandan buah segar menjadi crude palm oil dan inti sawit, penyulingan jadi produk minyak goreng, margarin, biodiesel.

Sumber : Antara

Berita Terkait