Ahad , 20 August 2017, 07:02 WIB

KAI Operasikan KA Tawang Jaya Premium di Akhir Pekan

Red: Nur Aini
halomalang.com
Kereta/ilustrasi
Kereta/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang mengoperasikan rangkaian Kereta Api (KA) Tawang Jaya Premium relasi Semarang-Jakarta PP menyambut akhir pekan ini.

"Kami operasikan KA Tawang Jaya Premium untuk memenuhi kebutuhan pelanggan KA, terutama pada momentum akhir pekan," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Edy Kuswoyo di Semarang, Sabtu (19/8).

Pada akhir-akhir pekan, diakuinya, permintaan masyarakat terhadap layanan jasa angkutan KA meningkat, utamanya untuk relasi Semarang menuju Jakarta. Dengan rangkaian KA yang membawa 10 gerbong berkapasitas total 768 tempat duduk, kata dia, sangat cukup memfasilitasi masyarakat yang ingin berakhir pekan ke Jakarta.

"Di rangkaian KA Tawang Jaya Premium, ada dua kereta atau gerbong difabel yang bisa digunakan penumpang yang berkebutuhan khusus agar lebih memudahkan dan nyaman selama perjalanan," katanya. Menurut dia, KAI Semarang terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik, terutama bagi penumpang berkebutuhan khusus, yakni tempat duduk dan toilet khusus bagi penumpang difabel.

Meski hampir setiap akhir pekan dimungkinkan terjadi lonjakan penumpang, ia mengatakan sementara ini KA Tawang Jaya Premium hanya dijalankan khusus keberangkatan Ahad (20/8) mendatang.

"Jam keberangkatannya dari Semarang pukul 23.05 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta dijadwalkan pukul 06.33 WIB. Tarifnya sebesar Rp 240 ribu per tempat duduk untuk rute Semarang-Jakarta," katanya.

Namun, kata dia, bagi penumpang yang hanya menempuh perjalanan sampai Cirebon maupun stasiun-stasiun sebelumnya hanya dikenakan tarif sebesar Rp 180 ribu per tempat duduk. Dengan dioperasikannya KA Tawang Jaya Premium, Edy mengharapkan bisa lebih mengakomodasi kebutuhan masyarakat dari wilayah Semarang dan sekitarnya yang ingin bepergian ke Jakarta. "Ya, tentunya kami berharap bisa semakin menarik minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi KA sehingga kemacetan dan polusi di jalan raya bisa lebih berkurang," pungkasnya.

Sumber : Antara