Selasa , 18 Juli 2017, 01:46 WIB

PTPP Catat Kontak Baru Rp 20,2 Triliun per Juni 2017

Rep: Novita Intan/ Red: Budi Raharjo
Istimewa
PTPP
PTPP

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT PP (Persero) Tbk membukukan kontrak baru sampai dengan akhir Juni 2017 atau Semester I 2017 sebesar Rp 20,2 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 43 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14,1 triliun.

"Semester I 2017 ini, Perseroan berhasil mencapai kontrak baru sebesar 49,7% dari total target yang ditetapkan oleh Perseroan sepanjang tahun ini, yaitu sebesar Rp. 40,6 triliun," ujar Direktur Utama PTPP, Tumiyana, di Jakarta, Senin (17/6).

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp 20,2 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp 17,8 triliun dan Anak Perusahaan sebesar Rp 2,4 triliun. Beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan selama bulan Juni, antara lain Pembangunan Marine Facilities dan Tangki Penyimpanan Minyak Mentah 3x200 ribu m3 di Bantaeng Sulawesi Selatan sebesar Rp 2,3 triliun.

Berikutnya, jalan tol Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo (lanjutan) Rp 1,1 triliun, Depok Stater City Rp 1 triliun, runway 3 Bandara Soekarno Hatta (Taxiway) Rp 658 miliar, Pembangunan Bendungan Lolak Paket II Rp 447 miliar, CSTS Tangguh Rp 390 miliar. Ada pula proyek Universitas Negeri Surabaya Rp 165 miliar, Jalur Kereta Api Bandar Tinggi Kuala Tanjung Rp 163 miliar, Universitas Tanjung Pura Kalimantan Barat Rp. 159 miliar, dan sebagainya.

Komposisi kepemilikan (owner) perolehan kontrak baru Perseroan sd bulan Juni 2017 berasal dari BUMN sebesar 62,5 persen, Swasta 26,3 persen dan Pemerintah 11,2 persen. Sedangkan untuk jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 32 persen, EPC 36 persen, Jalan Jembatan 19 persen dan Bangunan Air 14 persen.

“Dengan mengantongi kontrak baru sd Juni 2017 sebesar Rp 20,2 triliun, Perseroan masih optimistis target kontrak baru 2017 sebesar Rp 40,6 triliun ini dapat terlampaui di akhir tahun ini,” lanjut Tumiyana.

Sementara itu, Perseroan memprognosakan pada Semester I 2017 dapat meraih pendapatan usaha sebesar Rp 8,1 triliun atau tumbuh 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 6,4 triliun. Dengan pendapatan usaha sebesar Rp 8,1 triliun, Perseroan memprediksi dapat meraup laba bersih sebesar Rp 625 miliar di Semester I ini atau tumbuh 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 410 miliar.

Untuk meningkatkan kinerja Perseroan di tahun 2017, saat ini Perseroan sedang mempersiapkan tiga anak usahanya untuk melantai di Bursa melalui mekanisme penawaran umum saham atau initial public offering (IPO). Anak usaha Perseroan yang dijadwalkan akan melaksanakan IPO pada tahun ini, yaitu PT PP Presisi, PT PP Urban dan PT PP Energi. Anak usaha Perseroan yang dipersiapkan untuk melaksanakan IPO terlebih dahulu, yaitu PT PP Presisi.

PT PP Presisi (“PP Presisi”) yang semula bernama PT PP Peralatan merupakan anak usaha Perseroan yang bergerak di bidang pekerjaan sipil atau civil work, ready mix, formwork, foundation, erector dan rental. PP Presisi ditargetkan dapat segera melantai di Bursa Efek Indonesia pada bulan Oktober 2017. Saat ini, PP Presisi tengah melaksanakan tender pengadaan jasa Lembaga/Profesi Penunjang Pasar Modal untuk mendukung kegiatan IPO tersebut.

Proses penunjukan Lembaga/Prosesi Penunjang tersebut diharapkan dapat selesai pada minggu ketiga bulan Juli ini sehingga proses pernyataan pendaftaran IPO ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia dapat segera dilakukan. Seiring dengan berjalannya proses IPO PP Presisi, Perseroan juga akan melaksanakan proses IPO PT PP Urban dan PT PP Energi agar dapat melantai di Bursa pada Kuartal IV 2017.



Sumber : Center