Jumat , 14 July 2017, 19:45 WIB

Tower Bersama Targetkan 2.400 Tenant Telekomunikasi

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Tahta Aidilla/Republika
Pekerja melakukan perawatan menara Base Transceiver Station (BTS) milik Tower Bersama di Jakarta. ilustrasi
Pekerja melakukan perawatan menara Base Transceiver Station (BTS) milik Tower Bersama di Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur dan CFO PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Helmy Yusman Santoso mengungkapkan target pada tahun ini akan membangun 2.400 tenant telekomunikasi. Dia mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 1.200 menara baru dan 1.200 call location.

"Call location itu tenant yang akan nempel dengan menara-menara yang sudah eksis," kata Helmy, Jumat (14/7).

Ia mengungkapkan, dari target tersebut, TBIG sudah mencapai 1.020 tenant pada kuartal pertama tahun ini dari 2.400 yang akan dibangun. Pencapaian tersebut terdiri dari 336 sites telekomunikasi dan 684 call location.

Dengan adanya pembangunan tenant saat ini Helmy memperlirakan sampai Maret 2017 sudah mencapai 40 persen dari target. "Kalau sampai Juli ini belum didata detilnya. Tapi, karena sudah 40 persen. Diprediksi mungkin sekarang ini lebih dari 50 persen," jelasnya.

Selanjutnya, Helmy menuturkan TBIG sejauh ini belum melakukan akuisisi sama sekali. Dia menjelaskan saat ini belum ada operator telekomunikasi yang menjual towernya namun jika hal itu ada, Helmy menegaskan TBIG akan berminat.

Bukan tanpa alasan jika TBIG memiliki minat tersebut karena menurutnya hal itu merupakan salah satu cara untuk pertumbuhan perusahaan. "Tapi referensi utamanya memang pembangunan organik karena tidak tunggu orang lain jual tapi bisa tumbuh sendiri," ungkapnya.

Pembangunan organik menurutnya juga jauh lebih murah sehingga cukup menguntungkan. Sebab, kata dia, pertumbuhan organik itu membuat TBIG membangun tower sendiri atas pesanan dari operator. Hal itu sangat bergantung dengan keinginan operator yang akan membangun tower di lokasi yang terdapat konsumen telekomunikasinya.

Sejak 2013, TBIG sudah membangun lebih dari enam ribu menara baru secara organik atas pesanan dari pelanggan. Seiring dengan keputusan pelanggan untuk mendensifikasi jaringan demi memenuhi pertumbuhan permintaan data.