Sabtu , 17 June 2017, 20:38 WIB

Ramadhan, Awal Transformasi Dompet Dhuafa Social Enterprise

Red: Budi Raharjo
Budi Raharjo
Direktur Utama DDSE Yuli Pujihardi (berdiri)
Direktur Utama DDSE Yuli Pujihardi (berdiri)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Unit-unit bisnis yang dikelola Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) terus berkembang pesat. Sejak digagas pada 2005, badan usaha yang didirikan oleh Yayasan Dompet Dhuafa ini terus bersinergi dengan berbagai kalangan dan perusahaan lain.

Direktur Utama DDSE Yuli Pujihardi mengatakan DDSE kini telah menjalin sinergi dengan banyak kalangan baik skala nasional maupun internasional dalam berbagai kegiatan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan DDSE dinilainya semakin cepat. "Penguatan pertumbuhan ini dibuktikan dengan perolehan omset DDSE pada akhir 2016 yang mencapai Rp 97 miliar," ujar dia di Jakarta, Sabtu (17/6).

Perolehan laba DDSE pada Ramadhan ini juga semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya mitra usaha, agen, dan customer yang menjalin kerja sama dengan DDSE. Akhir tahun ini, omset DDSE ditargetkan meningkat 100 persen.

Peningkatan usaha ini, ujar Yuli, menjadi kabar baik bagi internal lembaga dan juga masyarakat prasejahtera. "Dengan semakin meningkatnya laba, maka semakin banyak pula jumlah dana dan penerimaan manfaat yang memperoleh hak atas penyisihan keuntungan DDSE," kata dia menegaskan.

Sifat dan tujuan DDSE terpisah dengan Yayasan Dompet Dhuafa yang awalnya mengelola charity dan donasi. DDSE bertujuan untuk mewujudkan pelayanan dan kerja sama yang lebih profesional melalui pengelolaan bisnis yang positif dan transparan.

Unit bisnis yang dikelola DDSE saat ini adalah Kesehatan Mandiri, Pendidikan Mandiri, Karya Masyarakat Mandiri, CSR Fokus, dan DD Travel. Ada pula DD Medika, DD Konstruksi, DD Niaga, DD Publika, dan Wasila Nusantara.