Sabtu , 20 Mei 2017, 10:40 WIB

Bank BJB Beri Pembinaan ke Pelaku Usaha Keripik Karuhun

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Nur Aini
Republika/Sandy Ferdiana
Keripik Karuhun Sukabumi UMKM binaan Bank BJB.
Keripik Karuhun Sukabumi UMKM binaan Bank BJB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank PembangunanDaerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) memberikan manfaat positif bagi nasabahnya, salah satunya rutin memberikan pembinaan kepada UMKM (Usaha Kecil Mikro Menengah). Salah seorang pelaku bisnis yang merasakan manfaat dari Bank BJB yaitu H Yana Hawi Arifin (45 tahun), pengusaha Keripik Karuhun.

Yana mengaku tidak sembarangan dalam memilih mitra bisnis. Setelah melakukan kajian mendalam, Yana akhirnya memilih dan mempercayakan Bank BJB sebagai mitra bisnisnya.

"Bantuan modal dari Bank BJB mengalir pada awal tahun 2013,’’ ujar Yana, baru-baru ini. Jumlah bantuan modal yang diterimanya mencapai Rp 500 juta. Bantuan itu yang dijadikan modal oleh Yana untuk berinvestasi pada peralatan.

Proses pengajuan bantuan ke Bank BJB dirasakan oleh Yana sangat cepat dan mudah. Yana tidak menemukan proses yang berbelit-belit di Bank BJB. Menurut dia, warga yang datang ke Bank BJB bisa dengan mudah mendapatkan bantuan kredit sesuai dengan syarat yang ditentukan.

Tidak hanya itu, Yana  juga mendapatkan pembinaan secara rutin dari Bank BJB untuk mengembangkan usahanya. Berkat bantuan Bank BJB, produksi dan pemasaran usahanya meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum memperoleh bantuan dari Bank BJB. Hal ini dikarenakan adanya tambahan peralatan dan sumber daya manusia (SDM) dalam memproduksi usahanya.

Yana merintis usaha keripiknya dimulai sejak akhir April 2011. Keripiknya yang memiliki rasa yang beragam menjadi daya tarik bagi pembeli. Saat ini produksi keripik singkong Karuhun mencapai 10 ribu bungkus per hari dengan omzet Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar.