Sabtu , 20 May 2017, 10:01 WIB

Pengusaha Keripik Karuhun Pilih Proses Pencairan Kredit Cepat BJB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Nur Aini
Republika/Sandy Ferdiana
Yana Hawi Arifn pemilik keripik karuhun Sukabumi UMKM binaan Bank BJB.
Yana Hawi Arifn pemilik keripik karuhun Sukabumi UMKM binaan Bank BJB.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perintis usaha keripik Karuhun, H Yana Hawi Arifin (45 tahun) mengatakan cepatnya proses pencairan menjadi alasannya memilih Kredit UMKM Bank BJB sebagai mitra bisnisnya. Selain itu, proses pengajuan bantuan ke Bank BJB dinilai sangat mudah.

Selama ia mengajukan kredit untuk usaha keripiknya, ia tidak menemukan proses yang berbelit-belit di Bank BJB. Menurut dia, warga yang datang ke Bank BJB bisa dengan mudah mendapatkan bantuan kredit sesuai dengan syarat yang ditentukan.

"Bantuan modal dari Bank BJB mengalir pada awal tahun 2013,’’ ujar penggagas usaha keripik Karuhun itu, baru-baru ini. Untuk mengembangkan usahanya itu, Yana dapat mengajukan kredit untuk modal hingga Rp 500 juta.

Yana memulai usahanya sejak April 2011 dan keripik Karuhun mulai dipasarkan sebulan kemudian yaitu pada Mei 2011. Pada akhir Mei 2011, penjualan Karuhun mencapai 250 bungkus, kemudian meningkat hingga akhir Juni 2011 dan mampu menjual 2 ribu bungkus.

Berkat pengajuan kredit yang mudah dan pencairan dana yang cepat di Bank BJB, Karuhun menjadi salah satu usaha makanan ringan yang berkembang cukup pesat dengan pencapaian omzet yang cukup besar. Keripik yang dijual dengan harga Rp 18 ribu per bungkus itu kini mampu memproduksi 10 ribu bungkus per hari, dan meraih omzet Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar per bulan.

Baca juga: Kredit Bank BJB Jadi Rahasia di Balik Kesuksesan Keripik Karuhun