Rabu , 03 May 2017, 11:26 WIB

Pemerintah Tekan Kerugian BUMN dengan Cara Bagi-Bagi Proyek

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Republika.co.id
Kantor Kementerian BUMN
Kantor Kementerian BUMN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan salah satu cara pemerintah untuk mengentaskan dan menekan angka kerugian di BUMN adalah dengan sinergi. Ia mengatakan, sinergi dilakukan tak hanya menggabungkan perusahaan saja, tetapi adanya bagi bagi proyek kepada sesama BUMN.

Rini mengatakan, dibandingkan tahun sebelumnya, kerugian yang terjadi di BUMN pada kuartal I 2017 ini sudah menurun. Tercatat, pada periode yang sama tahun 2016 terdapat 28 BUMN yang merugi, dan 22 BUMN diantaranya tetap merugi hingga tutup tahun. Sedangkan pada kuartal satu 2017 tercatat ada 25 BUMN yang merugi.

Meski masih ada yang merugi, ia yakin bahwa hal ini merupakan siklus bisnis, dimana kuartal satu para BUMN tersebut mengalami pasar surut bisnis. Ia mengatakan dari 25 BUMN yang merugi tersebut, yang pasti akan tutup ditahun ini adalah Merpati.

Sisanya, Rini enggan menyebutkan secara rinci. Namun, nama nama BUMN seperti Merpati, Industri Sandang Nusantara, Energi Mega dan Bulog menjadi deretan BUMN yang merugi.

"Industri sandang nusantara ini merugi, tapi kedepan kita mau tingkatkan kerjasama. Misalnya, bank BRI atau Mandiri ini kalau mau bikin seragam ya di ISN saja, jangan ditempat lain, itu salah satu bentuk sinergi," ujar Rini di Salemba UI, Rabu (3/5).

Rini mengatakan sinergi dilakukan tak hanya dari segi ekuitas perusahaan, tetapi juga investasi, pengadaan ataupun operasional. Ia mengatakan, hal ini dengan sinergi bisa dilakukan secara bersama sama.

"Sebagai contoh, tahun ini kan ditargetkan atm bersama akan betul2 efektif untuk seluruh perbankan. Itu akan menekan biaya yang cukup besar dan banyak lainnya. Di pelabuhan sistem IT-nya akan kita satukan. Jadi banyak hal selain operasionalnya juga akan meningkat," ujar Rini.