Jumat , 21 April 2017, 19:46 WIB

Penambahan Rute Internasional ke Lombok Terus Didorong

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Winda Destiana Putri
Ilustrasi penerbangan
Ilustrasi penerbangan

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- PT Angkasa Pura I berupaya terus membenahi Bandara Internasional Lombok demi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok. General Manager Bandara Internasional Lombok I Gusti Ngurah Ardita mengaku sedang mengupayakan bertambahnya rute penerbangan internasional ke Lombok.

"Rute internasional saat ini baru dua, Singapura dan Malaysia. Kami mengajak sejumlah maskapai asing untuk mau juga membuka rute internasional baru ke sini," kata Ardita dalam Lokakarya Kementerian Perhubungan di Bandara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah, Kamis (20/4).

Ardita menambahkan, rencana pembukaan rute internasional dari beberapa negara seperti Brunei,Cina, Australia hingga negara-negara di kawasan Timur Tengah terus digodok. "Operator dari Timur Tengah sudah observasi ke bandara dan Pulau Lombok, namun belum ada konfirmasi lebih lanjut," ungkap Ardita.

Sedangkan dari Brunei Darussalam, lanjut Ardita, baru akan melakukan observasi pada Mei mendatang untuk melihat kapasitas bandara seperti terminal dan apron. Selain Brunei, koordinasi juga terus dilakukan dengan maskapai asal Cina. Sedangkan rute  Australia ke Lombok dan sebaliknya yang sempat diisi Jetstar sudah tak lagi beroperasi akibat minimnya tingkat keterisian penumpang. "Jetstar kan sudah pernah terbang tapi sudah tidak lagi, sekarang kami lagi diskusi dengan Jetstar untuk membuka kembali," lanjut Ardita.

Ardita melanjutkan, guna mengakomodasi penerbangan mancanegara yang banyak menggunakan pesawat jumbo, bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura I akan meningkatkan kapasitas apron di Bandara Internasional Lombok dengan penambahan dua parking stands untuk ukuran armada jumbo. Sebelumnya, kapasitas parking stand di bandara kebanggaan warga Lombok ini baru memuat 10 pesawat narrow.