Jumat , 21 April 2017, 17:31 WIB

IHSG Ditutup Menguat, Saham Agung Podomoro Kembali Bangkit

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Republika/Agung Supriyanto
Pekerja melintas disamping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. ilustrasi
Pekerja melintas disamping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan di akhir pekan. Pada perdagangan Jumat (21/4), IHSG ditutup menguat 69,169 poin atau 1,24 persen ke 5.664,475.

Untuk saham-saham yang terkait dengan gubernur dan wakil gubernur baru DKI Jakarta, hari ini terpantau bergerak stagnan. Pada Kamis (20/4) kemarin, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) stagnan di level 3.600, dan hari ini juga terpantau ditutup menguat tipis di level 3.610.

Sedangkan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang kemarin bergerak naik 0,27 persen ke level 1.840, kini ditutup di level 1.835. Sementara itu, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) kemarin anjlok 7,08 persen ke level 210, kini menguat ke level 214.

Sandiaga yang merupakan Wakil Gubernur DKI terpilih merupakan pendiri Saratoga, sedangkan Agung Podomoro merupakan pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta. Kekalahan Ahok membuat buram nasib proyek reklamasi dan sempat membuat harga saham APLN anjlok. Sebab, Anies-Sandiaga berjanji menyetop proyek properti prestisius tersebut.

Analis Riset Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menegaskan bahwa naik turunnya harga saham tersebut hanya sentimen sesaat dari Pilkada DKI. "Itu hanya sentimen yang dihubung-hubungkan secara sesaat,"ujar Reza pada Republika, Jumat (21/4).

Kondisi tersebut hanyalah sentimen sesaat karena adanya persepsi sesaat pelaku pasar yang mencoba menghubung-hubungkan kondisi politik dengan pasar modal. Menurutnya hampir mayoritas sektor mengalami pelemahan kecuali sektor aneka industri dan infrastruktur.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini terpantau indeks LQ45 ditutup naik 15,464 poin atau sebesar 1,68 persen ke 938.177. Tercatat sebanyak 8 dari 10 indeks sektoral menguat, dipimpin sektor aneka industri yang naik 5,63 persen dan sektor infrastruktur yang naik 4,29 persen. Sedangkan sektor yang melemah yaitu perkebunan dan pertambangan.

Saham-saham penggerak indeks sore ini antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik 310 poin atau 7,54 persen ke Rp 4.420, Astra International (ASII) naik 575 poin atau 6,71 persen ke Rp 9.150, KMI Wire and Cable (KBLI) naik 25 poin atau 3,88 persen ke Rp 670, Rimo International (RIMO) naik 13 poin atau 8,50 persen ke Rp 166, dan Kimia Farma (KAEF) naik 150 poin atau 6,49 persen ke Rp 2.460.

Sebanyak 183 saham naik, 136 saham turun, dan 117 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 246.457 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 10,313 miliar saham senilai Rp 8,807 triliun. Dana asing masuk ke pasar reguler tercatat Rp 614,887 miliar. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 6.190,643 triliun.