Sabtu , 18 March 2017, 19:01 WIB

BTN Target Anak Usaha Asuransi Jiwa Berdiri Sebelum Akhir Tahun

Red: Nur Aini
Republika/Agung Supriyanto
Direktur BTN Handayani, Direktur BTN Mahelan Prabantarikso, Direktur Utama BTN Maryono, Komisaris BTN Maurin Sitorus, serta Direktur BTN Adi Setianto (dari kiri) berfoto bersama seusai RUPAT bank BTN di Menara BTN, Jakarta, Jumat (17/3).
Direktur BTN Handayani, Direktur BTN Mahelan Prabantarikso, Direktur Utama BTN Maryono, Komisaris BTN Maurin Sitorus, serta Direktur BTN Adi Setianto (dari kiri) berfoto bersama seusai RUPAT bank BTN di Menara BTN, Jakarta, Jumat (17/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan anak usaha asuransi jiwa yang dibentuk bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dapat berdiri pada kuartal III 2017.

Direktur BTN Mahelan Prabantarikso mengatakan BTN menyiapkan modal untuk perusahaan asuransi jiwa tersebut Rp 150 miliar-Rp 250 miliar. "Untuk perusahaan baru kita siapkan Rp 150 miliar-Rp 250 miliar dari total untuk rencana akuisisi, dan dirikan anak usaha Rp 700 miliar tahun ini," kata dia usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Jumat (18/3).

Secara umum, BTN pada tahun ini merencanakan untuk mengembangkan empat anak usaha, dua di antaranya adalah aset manajemen dan pembiayaan, yang berasal dari aksi korporasi terhadap Danareksa. Sebanyak dua anak usaha lainnya adalah asuransi jiwa dan asuransi kerugian atau umum. Untuk asuransi umum, BTN juga merencakan melakukan akuisisi.

Mahelan menuturkan BTN menargetkan minimal satu anak usaha baru dapat berdiri pada 2017 dari empat rencana pengembangan anak usaha tersebut. "Kalau yang dengan Danareksa masih menunggu pembentukan holding BUMN perbankan, kalau yang asuransi jiwa mungkin kami bisa lebih cepat," ujarnya.

Untuk indikator bisnis BTN lainnya, bank yang saham mayoritas milik pemerintah itu ingin menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di 17,5 persen, sedangkan fungsi intermediasi ditargetkan cukup ekspansif dengan rencana pertumbuhan penyaluran kredit 21-23 persen (yoy).

Sumber : Antara