Sabtu , 16 April 2016, 07:27 WIB

Perusahaan Indonesia Rambah Bisnis Jamur di Serbia

Red: Nidia Zuraya
Jamur Tiram
Jamur Tiram

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perusahaan Indonesia Delta Danube membuka bisnis jamur di Kota Kovin, Serbia guna merespon permintaan jamur yang terus meningkat dan luasnya akses yang dimiliki Serbia ke pasar Eropa.

Peresmian produksi jamur dihadiri sekitar 1.200 warga setempat, Menteri Urusan Integrasi Eropa Jadranka Joksimovic, pimpinan Bawazir Group Faisal A Bawazir, Dubes RI untuk Serbia merangkap Montenegro, Harry RJ Kandou, Walikota Kovin Sanja Petrovic, Dubes Uni Republik Myanmar dan Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Malaysia, kata Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya di KBRI Beograd Habadi Soewedo kepada Antara London, Sabtu (16/4).

Dubes Harry RJ Kandou mengatakan proyek Delta Danube hadir di waktu yang tepat di tengah persiapan yang intensif menuju kerja sama bilateral Indonesia-Serbia. "Realisasi proyek Delta Danube di Kovin sejalan dengan penekanan kerja sama luar negeri RI di bidang perdagangan dan investasi," ujarnya.

Diharapankannya peresmian proyek Delta Danube akan menambah daya dorong kerja sama bilateral Indonesia-Serbia. Walikota Kovin menyampaikan penghargaan pada Delta Danube yang merupakan investasi pertama di Kovin dalam 15 tahun terakhir serta komitmen Pemerintah Kota Kovin memberikan fasilitasi dan insentif bagi Delta Danube.

Perusahaan Delta Danube yang dimiliki pengusaha Indonesia Bawazir Group memulai langkah dengan membuka bisnis jamur di kota Kovin, Serbia merespon permintaan jamur yang terus meningkat. Faisal A Bawazir mengatakan nilai investasi Delta Danube mencapai tiga juta Euro dengan kapasitas sebesar 2.000 ton jamur segar per tahun.

Bawazir Group akan memulai pembangunan tahap berikutnya dengan target kapasitas 6.000 ton per tahun. Pada skala tersebut, kegiatan perusahaan diperkirakan melibatkan sekitar 300 pekerja dari posisi saat ini dimana perusahaan mempekerjakan kurang lebih 100 orang karyawan.

Perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas pendinginan jamur hasil produksi. Direncanakan produk yang dihasilkan akan dipasarkan di Serbia dan diekspor ke pasar mancanegara dalam bentuk segar maupun olahan dalam kemasan.

 

Sumber : Antara