Sabtu , 13 Januari 2018, 16:33 WIB

Antisipasi Krisis Masa Depan dengan Sistem Keuangan Kuat

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Gita Amanda
Bowo Pribadi/REPUBLIKA
pidato pengukuhan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof Muliaman Dharmansyah Hadad dalam Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar Tidak Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), di gedung Prof Soedharto, Semarang, Sabtu (13/1).
pidato pengukuhan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof Muliaman Dharmansyah Hadad dalam Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar Tidak Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), di gedung Prof Soedharto, Semarang, Sabtu (13/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Krisis keuangan Asia (1997) dan krisis keuangan global (2008) sangat mempengaruhi stabilitas moneter domestik Indonesia. Berbagai upaya pemulihan pun dilakukan oleh berbagai otoritas dalam melakukan reformasi ekonomi dan sektor jasa keuangan.

Kedua krisis ini menjadi pengalaman berharga dalam hal menata perekonomian dan moneter. Salah satunya adalah dilakukannya reformasi ekonomi dan sektor jasa keuangan guna memperkuat sistem keuangan.

Hal ini terungkap dalam pidato pengukuhan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof Muliaman Dharmansyah Hadad dalam Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar Tidak Tetap pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), di gedung Prof Soedharto, Semarang, Sabtu (13/1).

Menurut Muliaman, dalam mengantisipasi potensi krisis di masa mendatang, terdapat kecenderungan mengandalkan pengalaman di masa lalu. Padahal, dalam kenyataannya, tidak ada dua krisis yang benar- benar sama persis.

Oleh karena itu, menggunakan instrumen yang dirancang berdasarkan pengalaman krisis di masa silam tidak akan banyak membantu dalam memprediksi bahkan mencegah krisis di masa mendatang.

"Yang diperlukan adalah perubahan paradigma sebagai cara pandang baru yang lebih berorientasi ke depan (forward looking). Sehingga akan lebih mudah menyesuaikan diri terhadap situasi terkini," ungkapnya.

Dalam pidato pengukuhan berjudul "Stabilitas VS Pertumbuhan : Peranan Sektor Jasa Keuangan Dalam Perekonomian dan Tantangannya di Masa Depan", Muliaman juga menyampaikan intervensi kebijakan yang tepat dan efektif oleh otoritas global maupun domestik, merupakan kunci utama dalam mencegah dan menangani krisis moneter.

Di lain pihak, koordinasi yang harmonis antara otoritas fiskal, moneter dan mikro prudensial bakal memperkuat ketahanan perekonomian. Sebab sistem keuangan dengan daya tahan yang tinggi tidak hanya akan mendukung sistem keuangan ini sendiri. Namun juga akan mendukung sektor- sektor perekonomian secara keseluruhan.

"Sistem keuangan yang terjaga juga dapat menjaga mesin perekonomian tetap berputar ketika sektor- sektor yang lain kehilangan tenaga," ujar Ketua Umum Ikatan Sarjana EkonomiIndonesia (ISEI) ini. Sedangkan sistem keuangan yang lemah pada akhirnya hanya akan membawa masalah bagi seluruh perekonomian, meski sektor- sektor lainnya menunjukkan kinerja yang baik.

photo
Muliaman Dharmansyah Hadad dalam Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar Tidak Tetap FEB Undip

Tantangan sektor jasa keuangan

Pada bagian lain, Muliaman juga menyampaikan, sektor jasa keuangan di Tanah Air ke depan akan dihadapkan pada beragam tantangan. Agar lebih efektif dalam menghadapi tantangan ini, pengembangan sektor jasa keuangan sudah semestinya dilaksanakan secara komperehensif dan holistik.

Penting juga memperhatikan aspek- aspek fundamental. Seperti halnya pendalaman pasar modal, peningkatan efisiensi perbankan serta peningkatan kapasitas asuransi dan dana pensiun. Aspek- aspek perilaku yang dapat mempengaruhi daya dukung sektor jasa keuangan juga menurutnya penting diperhatikan.

Terlebih lagi dengan kemajuan pesat di bidang financial technology (fintech) dan layanan keuangan digital, perilaku masyarakat dalam berkegiatan ekonomi hingga sektor jasa keuangan yang dituntut bisa selaras dengan transformasi tersebut. "Sehingga, sektor jasa keuangan akan memainkan peran yang semakin optimal dalam mengakselerasi tingkat pertumbuhan ekonomi," kata Muliaman yang juga Ketua Majelis Wali Amanat Undip ini.