Rabu , 03 January 2018, 14:57 WIB

BRI Dibobol Maling, Rp 1 Miliar Pun Melayang

Red: Agus Yulianto
Perampokan (ilustrasi)
Perampokan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau, Yusri, menduga kuat ada unsur kelalaian dari internal bank dalam kasus pencurian uang sekitar Rp 1 miliar dari brankas Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kotabaru, di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada malam tahun baru 2018.

"Menurut saya ada kelalaian yang dilakukan pihak bank, manajemen harus melakukan tindakan. Hari gini masih ada kebobolan? Kemalingan ini adalah kejahatan konvensional yang seharusnya tak terjadi lagi di bank sekelas BRI," kata Yusri, Rabu (3/1).

Sebelumnya, Kantor BRI Unit Kotabaru, yang terletak di Jalan Pemuda Desa Kotabaru, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, kemalingan pada Senin dini hari (1/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut data kepolisian setempat, tindak kejahatan ini terjadi bertepatan dengan perayaan malam pergantian tahun baru.

Dalam laporan polisi disebutkan, pencuri yang belum bisa diidentifikasi telah menggondol uang sebesar Rp 1.098.724.000 yang sebelumnya dimasukkan ke dalam brankas, pada Ahad siang (31/12).

Petugas jaga malam berinisial HRP pada saat kejadian meninggalkan kantor tersebut sekitar pukul 01.10 WIB menuju Sungai Gergaji Kelurahan Kotabaru Reteh, yang berjarak sekitar empat kilometer dari kantor untuk menyaksikan acara pergantian tahun. HRP baru menyadari kantor bank tersebut dibobol sekitar pukul 02.30 WIB.

OJK menilai, ada kejanggalan kenapa hal itu bisa terjadi, karena kantor bank tidak bisa ditinggal, harus 24 jam dijaga. Dari hasil identifikasi polisi, maling yang menyatroni kantor BRI juga membawa pergi memori rekaman kamera pengawas (CCTV). Dalam pemeriksaan itu, ditemukan juga duplikat anak kunci gembok dan gembok pintu luar yang dipasang pelaku di sebelah dalam pintu utama.

Karena itu, kuat dugaan ada kelalaian pihak bank dalam proses rekrutmen pegawai BRI sehingga bisa mendapatkan orang yang kurang berintegritas. Sebabnya, sebuah brankas memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan kuncinya tidak sembarangan orang bisa memegangnya.

"Pengamanan terhadap brankas itu tidak sembarangan karena ada kunci fisik dan kunci rahasia. Harus orang-orang yang berbeda yang mengetahui dan bisa membukanya," katanya.

Meski dalam laporan kepolisian ada indikasi keterlibatan internal BRI dalam kasus tersebut, Yusri memilih, tidak mendahului wewenang penyelidikan pihak kepolisian. "Ini kasus kriminal yang merupakan wilayah kepolisian. OJK akan melihat sejah mana mitigasi risiko bank dalam kasus tersebut," ujarnya.

Terlebih lagi, Yusri mengatakan, hingga kini OJK Riau belum menerima laporan detil kasus itu dari BRI. "Belum ada laporan kejadian, kalau ada kejadian seperti itu bank harus lapor ke OJK," katanya.

Ia menambahkan, seluruh uang yang hilang tidak akan membebani nasabah yang memercayakan uang mereka ke BRI. "Itu semua kerugian bank," katanya.

Kapolsek Keritang AKP Lassarus Sinaga mengatakan, polisi belum bisa memberikan penjelasan detil mengenaik siapa pelaku pencurian uang di kantor BRI tersebut. "Saat ini, pembobolan kantor Bank BRI Unit Kotabaru, oleh orang tak dikenal masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Keritang, dan dibantu oleh Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir," ucap Lassarus.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari BRI terkait kasus raibnya uang Rp 1 miliar dari Kantor BRI Unit Kotabaru. Pejabat di Kantor BRI Wilayah Riau memilih bungkam. Sementara itu, Corporate Secretary BRI Hari Siaga juga belum membalas permintaan Antara untuk konfirmasi hingga Rabu siang.

Sumber : Antara

Berita Terkait