Senin , 04 December 2017, 13:41 WIB

Laba Bersih Maybank Group Naik 23,3 Persen

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nidia Zuraya
Logo Maybank Indonesia.
Logo Maybank Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maybank Group mengumumkan laba bersih pada sembilan bulan yang berakhir 30 September 2017 naik 23,3 persen menjadi 5,39 miliar ringgit Malaysia dibanding tahun lalu. Kenaikan laba tersebut dipengaruhi membaiknya iklim ekonomi di regional.

Meningkatnya net fund-based income yang disertai penurunan pada net impairment looses sebesar 25,2 persen meningkatkan laba sebelum pajak (PBT) Group sebesar 20,1 persen dari tahun lalu menjadi 7,17 miliar ringgit Malaysia.

Pendapatan operasional bersih pada sembilan bulan naik 6,8 persen secara tahunan mencapai 17,29 miliar ringgit Malaysia. Pertumbuhan tersebut berasal dari berbagai sektor bisnis yang dipimpin Group Community Financial Services dengan mencatat kenaikan 8,6 persen, Group Insurance & Takaful 2,8 persen dan Group Global Banking 0,9 persen.

Pendapatan sebelum pajak pada kuartal III 2017 mengalami kenaikan 19,3 persen menjadi 2,68 miliar ringgit Malaysia dibanding kuartal II 2017 yakni 2,24 miliar ringgit Malaysia, dan lebih tinggi 9,0 persen dari 2,46 miliar ringgit Malaysia pada kuartal III 2016. Sementara itu, laba bersih pada kuartal ketiga mencapai 2,03 miliar ringgit Malaysia, atau lebih tinggi 22,2 persen dari kuartal kedua danlebih tinggi 12,9 persen dari tahun sebelumnya.

Kredit Group gross memperlihatkan ekspansi yang kuat, naik 5,3 persen secara tahunan selama sembilan bulan menjadi 485,9 miliar ringgit Malaysia. Hal itu didorong oleh kenaikan pada operasional Malaysia sebesar 6,6 persen dan operasional internasional sebesar 3,7 persen.

Sehingga membantu meningkatkan net fund based income sebesar 11,7 persen menjadi 12,47 miliar ringgit Malaysia dari 11,16 miliar ringgit Malaysia pada September 2016, yang lebih dari mengimbangi penurunan marjinal 4,3 persen pada net fee based income.

Simpanan Group meningkat 2,7 persen secara tahunan, terutama dipimpin operasional Malaysia yang tumbuh 7,5 persen dan operasional Indonesia sebesar 3 persen. Pertumbuhan dana murah (CASA) secara berkelanjutan membantu menjaga rasio Group CASA pada posisi yang stabil sebesar 36,8 persen.

Group juga menjaga posisi likuiditas yang kuat dengan liquidity coverage ratio sebesar 137,0 persen dari 136,0 persen tahun lalu, jauh di atas persyaratan minimum Bank Negara Malaysia sebesar 80 persen untuk 2017.

Marjin bunga bersih (NIM) pada sembilan bulan meningkat 12 basis poin menjadi 2,39 persen dibanding Desember 2016. Meski demikian, angka tersebut 2 basis poin lebih rendah dari 2,41 persen pada kuartal II 2017 yang mencerminkan peningkatan tekanan pada marjin karena meningkatnya biaya dana.

Net impairment losses turun secara signifikan pada kuartal ketiga yaitu turun 51,0 persen pada 409,6 juta ringgit Malaysia dibanding 835,7 juta ringgit Malaysia pada kuartal II 2017. Hal itu disebabkan Group terus mendapatkan manfaat dari inisiatif sejak tahun lalu dalam melakukan restrukturisasi dan penjadwalan ulang (R&R) fasilitas kredit nasabah yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Kualitas aset mulai membaik dengan rasio net impairment loan yang turun sebesar 10 basis poin untuk bertahan pada 1,63 persen pada kuartal III 2017, dari 1,73 persen di kuartal II 2017. Sementara rasio gross impaired loan pada kuartal tersebut juga turun 3 basis poin menjadi 2,50 persen dari 2,53 persen di kuartal II 2017.

Maybank terus menjaga posisi modal yang kuat sebagai salah satu bank terkuat di regional dengan rasio total modal sebesar 18,03 persen dan rasio CET1 sebesar 13,50 persen pada September 2017.

Chairman Maybank, Datuk Mohaiyani Shamsudinmengatakan, pencapaian yang telah diraih menunjukkan Group mampu melanjutkan momentum pertumbuhan di seluruh lini bisnis dan juga di home markets dalam sembilan bulan terakhir. Dia memproyeksikan prospek untuk beberapa bulan ke depan terlihat membaik. Sehingga memberi kesempatan untuk mencari segmen pertumbuhan baru.

"Namun demikian, kami akan terus mengelola bisnis kami dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, memastikan kami tumbuh secara bertanggung jawab serta mengelola biaya dan risiko dengan cara yang sangat disiplin," jelasnya melalui siaran pers, Ahad (3/12).

Sementara,Group President& CEO Datuk Abdul Farid Aliasmengatakan, jaringan dan neraca keuangan Maybank Group yang kuat memungkinkan perusahaan melewati periode penuh tantangan dalam beberapa kuartal terakhir. Dia melihat bisnis yang mulai pulih dan pertumbuhan kredit serta sentimen pasar. Menurut Abdul Farid, Maybank Group akan memanfaatkan kondisi pasar tersebut pada beberapa bulan mendatang.

Namun, di tengah prospek yang lebih positif, dia juga menyadari tingginya tekanan pada marjin yang disebabkan oleh meningkatnya biaya dana. "Sementara kami akan terus fokus membangun core franchise dalam jangka panjang. Kami juga akan memastikan price untuk aset dan kewajiban secara tepatuntuk memastikan profitabilitas secara berkelanjutan," ungkapnya.

Dari sisi anak usaha, PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI-profit after tax & minority interest) sebesar Rp 1,45 triliun dalam sembilan bulan2017. Angka tersebut meningkat 12,0 persen dari Rp 1,29 triliun yang diraih pada sembilan bulan pertama 2016.

PBT Bank naik 14,0 persen mencapai Rp 2,0 triliun pada September 2017 dari Rp 1,75 triliun pada September 2016. Peningkatan kinerja Bank terutama didorong pertumbuhan kredit, khususnya Perbankan Global,pengendalian biaya yang efektif dan pencapaian kinerja Perbankan Syariah yang luar biasa.