Selasa , 14 November 2017, 05:00 WIB

BI: Harga Properti Residensial Terus Tumbuh

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Yasin Habibi/Republika
Kenaikan harga yang rutin membuat investasi properti masih jadi primadona.
Kenaikan harga yang rutin membuat investasi properti masih jadi primadona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan harga properti residensial di pasar primer tumbuh pada kuartal III 2017. Hanya saja memang melambat bila dibandingkan kuartal sebelumnya.

Hal itu berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI pada kuartal III tahun ini. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III 2017 tumbuh 0,5 persen quarter to quarter (qtq), lebih rendah dibandingkan 1,18  persen pada kuartal sebelumnya.

"Kenaikan harga properti terjadi pada semua tipe rumah. Dengan kenaikan terbesar pada rumah tipe menengah," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal melalui keterangan resmi, Senin, (13/11).

Sedangkan berdasarkan wilayah, kenaikan tertinggi terjadi di Bandar Lampung. Secara tahunan, indeks harga properti pun tumbuh sebesar 3,32 persen year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,17 persen yoy pada kuartal sebelumnya. 

Sementara itu, volume penjualan properti resindensial turut meningkat 2,58 persen qtq. Hanya saja masih melambat bila dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 3,61 persen qtq. 

"Hal itu sejalan dengan masih terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian. Di samping faktor suku bunga KPR yang masih relatif tinggi," kata Agusman. 

Ia menambahkan, sebagian besar pengembang atau 56,75 persennya mengatakan, dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Sedangkan sebanyak 76,42 persen konsumen menyatakan, fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.