Kamis , 09 November 2017, 17:34 WIB

BRI Life Segera Dapat Suntikan Modal Rp 900 Miliar

Red: Budi Raharjo
Direktur Utama BRI Life Rianto Ahmadi
Direktur Utama BRI Life Rianto Ahmadi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Asuransi BRI Life (BRI Life) akan mendapatkan suntikan modal dari induk usaha PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk senilai Rp 900 miliar. Guyuran dana segar itu akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan kecukupan modal perusahaan serta in brand sale perusahaan.

Direktur BRI Life M Sodo Harisetyanto mengatakan BRI sudah menyetujui pengucuran tambahan modal itu. Paling cepat, dana itu akan diberikan pada akhir tahun ini atau paling lambat pada awal tahun 2018. "Kita sudah lakukan due dilligence," ujar dia di Jakarta, Kamis (9/11).

Saat ini, Sodo mengatakan, risk based capital (RBC) BRI Life dalam posisi sangat aman. Dari batas minimal RBC yang ditetapkan otoritas sebesar 120 persen, BRI Life mempunyai RBC 250-260 persen.

Sodo juga mengemukakan hasil investasi BRI Life yang berada di atas rata-rata industri asuransi jiwa nasional. Hingga Oktober 2017, hasil investasi mencapai Rp 443 miliar. Dengan asset under management (AUM) atau aset yang dikelola perusahaan senilai Rp 6,6 triliun.

Sebagian besar AUM BRI Life, ujar Sodo, disalurkan ke reksa dana dan sebagian kecil ke deposito, saham, surat utang negara, serta obligasi korporasi. "Komposisinya 56-60 persen di reksa dana," kata dia.

Secara keseluruhan, Direktur Utama BRI Life Rianto Ahmadi, mengatakan kinerja perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pertumbuhan ini dinilainya sekaligus memberikan gambaran ekonomi nasional yang terus tumbuh. "Ini juga memberikan sinyalemen bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi jiwa turut meningkat," kata dia.

Total pendapatan BRI Life sampai kuartal ketiga 2017 tumbuh 11,6 persen dari Rp 2,202 triliun pada periode yang sama 2016 menjadi Rp 2,456 triliun. Pendapatan premi dari jalur bancassurance menjadi kontributor terbesar dari total pendapatan premi, yakni senilai RP 362,65 miliar.

Pertumbuhan signifikan lainnya berasal dari sisi asuransi mikro. Pertumbuhan polisnya meningkat sebesar 56,9 persen dari 1,53 juta polis menjadi 2,4 juta polis. "Pencapaian pertumbuhan ini menjelaskan bahwa asuransi BRI Life terus tumbuh," kata Rianto menegaskan.

Rianto mengatakan BRI sebagai induk perusahaan mendorong BRI Life untuk bermain di sektor mikro. Adapun laba bersih perusahaan hingga Oktober 2017 sebesar Rp 250 miliar.