Kamis , 09 November 2017, 02:17 WIB

BI Kampanyekan Penggunaan Rupiah dalam Transaksi Ekonomi

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Budi Raharjo
Mahmud Muhyidin
Lembaran baru rupiah. (ilustrasi)
Lembaran baru rupiah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Bank Indonesia (BI) Goes to Campus kembali digelar. Kali ini, kegiatan yang selalu mengangkat tajuk Cinta Rupiah itu diselenggarakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Kepala Kantor Perwaklan BI DI Yogyakarta, Bud Hanoto mengatakan, rupiah sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Maka itu, menggunakan rupiah dalam transaksi ekonomi merupakan bentuk bela negara.

"Menggunakan rupiah untuk transaksi ekonomi merupakan bela negara, dan ini bisa dilakukan setiap kalangan masyarakat di Indonesia, karena itu kita harus mencintai rupiah," kata Budi, Selasa (7/11).

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi mengatakan, tema yang diusung ini sejalan misi BI, sehingga perlu diedukasi terlebih dulu. Ia merasa, kegiatan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat bertransaksi menggunakan rupiah.

Tujuannya, tidak lain menjag kemanjuran transmisi kebijakan moneter, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Ia menilai, dengan mencintai rupiah turut menghindarkan masyarakat dari uang palsu, karena sudah mengenalnya dengan baik.

"Untuk itu, kita harus mengenali rupiah asli dengan memperhatikan alat-alat pengaman yang ada di rupiah seperti pita dan watermark, alat pengeman diketahui dengan melakukan 3D (dilihat, diraba, diterawang)," ujar Suhaedi.

Ia turut mengimbau masyarakat agar menjaga bentuk fisik uang kertas rupiah, agar alat-alat pengaman tidak rusak dan mudah diidentifikasi. Ada lima jangan yang perlu diketahui yaitu jangan dicoret, distapler, diremas, dibasahi dan dilipat.

Dalam kegiatan itu, turut hadir creator video Denis Adhiswara, yang memberikan ilmu tentang industri pembuat video. Tapi, Denis turut mengingatkan pentingnya bertransaksi menggunakan rupiah.