Selasa , 07 November 2017, 16:50 WIB

Bank Mandiri Berikan Kredit Sindikasi ke Waskita Rp 5,14 T

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Darmawan / Republika
Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk (kiri) dan SVP Corporate Banking Bank Mandiri Dikdik Yustandi tengah memegang plakat usai penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp5,14 triliun di Jakarta, Selasa (7/11).
Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk (kiri) dan SVP Corporate Banking Bank Mandiri Dikdik Yustandi tengah memegang plakat usai penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp5,14 triliun di Jakarta, Selasa (7/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Dikdik Yustandi mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung percepatan pembangunan sektor infrastruktur Indonesia. Salah satunya hal itu diwujudkan dengan memberikan kredit sindikasi kepada PT Waskita Karya (Persero).

Bank Mandiri memberikan kredit sindikasi untuk Waskita Raya senilai Rp 5,14 triliun. "Ini (kredit sindikasi) untuk pembangunan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II elevated," kata Dikdik di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (7/11).

Dia menambahkan kontribusi Bank Mandiri dalam sindikasi tersebut sebesar Rp 1,437 triliun. Dalam transaksi itu, kata Dikdik, Bank Mandiri juga akan bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) dan Bookrunner.

Dengan terlibatnya Bank Mandiri dalam proyek tersebut, Dikdik berharap keberadaan ruas tol Jakarta-Cikampek II Elevated bisa meningkatkan konektivitas. "Terutama juga mempercepat distribusi barang dan penumpang di Pulau Jawa," ujar Dikdik.

Dia memastikan Bank Mandiri pada dasarnya mendukung infrastruktur jalan tol juga terlihat dari realisasi pembiayaan untuk pembangunan jalan tol. Realisasi pembiayaan jalan tol oleh Bank Mandiri mencapai Rp 9,4 triliun hingga September 2017.

Dikdik mengatakan angka tersebut ternyata mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. "Pembiayaan untuk jalan tol naik sekitar 12 persen dari tahun sebelumnya. Komitmen yang telah diberikan hingga periode yang sama adalah Rp 15 triliun," jelas Dikdik.

Pengerjaan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated oleh Waskita Raya saat ini sudah berjalan hingga 13 persen. Waskita Raya berharap tol tersebut bisa selesai dan beroperasi pada Maret 2019.