Jumat , 03 November 2017, 13:34 WIB

Transaksi Nontunai di Tol Tangerang-Merak Capai 99,85 Persen

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nidia Zuraya
Republika/ Wihdan
Kendaraan melewati ruas tol Tangerang-Merak, Banten, Senin (20/6). (Republika/Wihdan)
Kendaraan melewati ruas tol Tangerang-Merak, Banten, Senin (20/6). (Republika/Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG -- Ruas Tol Tangerang-Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti yang saat ini memilki brand name ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak, sudah menerapkan transaski nontunai sejak awal Oktober lalu. Per 1 November 2017 tercatat penetrasi penggunaan uang elektronik (UE) di Ruas Tangerang-Merak sudah mencapai 99,85 persen.

Sejak 31 Oktober 2017, seluruh ruas tol di Indonesia wajib melakukan pembayaran non tunai, hal tersebut berdasarkan Sesuai peraturaan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) no.16/PRT/M/2017, tentang Transaksi Tol Non Tunai Di Jalan Tol.

ASTRA Infra Toll Road selalu berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan, dan saat ini ruas Tangerang-Merak memilki 87 gardu transaksi , termasuk 21 Gardu Tol Otomatis (GTO) yang semuanya sudah bisa menerima pembayaran non tunai. ujar Direktur Tehnik & Operasi PT Marga Mandalasakti, Sunarto Sastrowiyoto, melalui siaran pers, Jumat (3/11).

Masih terdapatnya transaksi non tunai di Ruas Tangerang-Merak diakibatkan kurangnya saldo yang dimiliki pengguna jalan, sehingga diarahkan untuk melakukan top up di gerbang. Namun, pengguna jalan tidak memiliki kartu atm dari bank penerbit UE, hal ini yang menyebabkan terpaksa harus membayar tunai agar tak membuat antrean yang panjang pada saat di gerbang.

Ruas Tol Tangerang-Merak sendiri memilki dua sistem pembayaran, yaitu sistem pembayaran terbuka yang diterapkan pada Ramp On dan Off Cikupa, dan sistem tertutup mulai dari Gerbang Tol Cikupa-Merak. Pengguna uang elektronik cukup menempelkan uang elektroniknya pada reader di Gardu Tol Otomatis (GTO) atau berikan uang elektronik pada petugas tol di gardu manual dan transaksipun selesai.

Berbeda dengan jalan tol terbuka yang hanya melakukan satu kali transaksi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasuki Gerbang Tol Cikupa hingga Merak yang memilki sistem transaksi tol tertutup. Salah satu yang harus diketahui pengguna jalan adalah, pembayaran tetap dilakukan pada gardu keluar, namun dengan adanya kartu uang elektronik, pengguna jalan tidak perlu lagi mengambil Kartu Tanda Masuk (KTM).

Pengguna UE hanya tinggal menempelkan kartu ke reader yang ada di GTO selama tiga detik atau memberikannya kepada petugas di gardu tol manual pada saat gardu masuk hingga palang terbuka. Begitu pula pada saat gardu keluar, pengguna UE hanya tinggal menempelkan kartunya di GTO atau memberikan kartu kepada petugas di gardu manual sampai palang terbuka dan transaksi selesai.