Senin , 23 October 2017, 13:14 WIB

Konsumen Diminta tidak Isi Ulang E-Money di Gardu Tol

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Septianda Febrianda/ANTARA
Seorang pengemudi mobil pengguna jalan tol bertransaksi menggunakan kartu elektronik non tunai ketika akan keluar dari tol. ilustrasi
Seorang pengemudi mobil pengguna jalan tol bertransaksi menggunakan kartu elektronik non tunai ketika akan keluar dari tol. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengimbau agar masyarakat tidak mengisi ulang atau top up uang elektroniknya di gardu tol. Pasalnya, itu dapat menyebabkan antrean panjang.

"Top up idealnya dilakukan di merchant atau melalui m-banking. Ke depan kami harap masyarakat lakukan persiapan dan top up dilakukan di luar jalan tol," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna di Jakarta, Senin, (23/10).

Penerapan pembayaran jalan tol 100 persen nontunai akan segera diberlakukan pada akhir bulan ini. Hanya saja kini masih terlihat ada antrean panjang di beberapa ruas jalan tol padahal salah satu tujuan aturan ini diterapkan untuk mengurangi antrean di gerbang tol. 

Menanggapi hal itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan alat pembaca kartu atau uang elektronik yang disediakan sudah memadai. "Saya sempat minta cek alatnya dan ternyata bisa baca dalam waktu dua detik. Namun yang di bandara ada pekerjaan konstruksi proses komunikasi, ini jadi tanggung jawab kami untuk lihat solusinya," ujarnya. 

Sedangkan untuk antrean panjang di Tol Cileunyi, Herry mengatakan, itu karena di sana masih menggunakan alat lama. "Alat ini dalam proses penggantian. Dalam bulan ini akan diganti dengan alat baru," tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, persiapan infrastruktur menuju penerapan transaksi nontunai di jalan tol pada 31 Oktober mendatang sudah dilakukan sejak Mei lalu. Sebagai informasi, penerapan gardu tidak terima tunai kini sudah mencapai 70 persen lalu pemasangan aplikasi uang elektronik dalam satu reader (SAM Multiapplet) telah terlaksana 93 persen di seluruh ruas tol.