Kamis , 12 October 2017, 00:24 WIB

Emas Pun Diperdagangkan Online Sesuai Syariah

Rep: Nora Azizah/ Red: Elba Damhuri
Republika/Agung Supriyanto
 Karyawati menunjukan emas batangan di Banking Hall Bank BNI Syariah, Jakarta, Selasa (23/5).
Karyawati menunjukan emas batangan di Banking Hall Bank BNI Syariah, Jakarta, Selasa (23/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA.-- Emas menjadi salah satu investasi favorit di dunia. Di era perkembangan digital, emas turut 'mendigital' di mana emas sudah diperdagangkan secara online dengan sistem syariah atau sesuai ajaran Islam.

Salah satunya melalui platform digital Tamasia. "Jual beli emas via online namun berbasis syariah belum ada di Indonesia, ini menjadi peluang besar bagi Tamasia," ujar Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Tamasia Muhammad Assad dalam acara Soft Launching Aplikasi Tamasia di Jakarta, Rabu (11/10).

Hal yang membuat emas menjadi primadona bagi para investor, yakni nilai tukarnya yang cenderung tidak pernah turun. Bahkan ketika inflasi terjadi, emas termasuk kategori investasi paling aman. Tidak hanya itu, bagi para investor pemula atau bermodal kecil emas sangat bersahabat.

Tamasia mencoba memberikan layanan jual beli emas dengan sistem angsuran. Para pembeli bisa mendaftar terlebih dahulu sebagai nasabah, kemudian langsung mendapatkan fasilitas transaksi jual beli emas.

Tamasia beroperasi dengan sistem syariah sehingga angsuran tidak dikenai bunga atau denda. Apabila nasabah merasa tersendat untuk membayar angsuran, maka bisa langsung melapor dan memperpanjang durasi.

Pelanggan bisa membeli emas mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram. Setelah transaksi pembelian lunas, pembeli akan mendapatkan emas dalam bentuk fisik. Namun bila pembeli belum ingin mengambil emas, Tamasia menyediakan jasa titip tanpa dikenai biaya dan sudah mendapatkan asuransi.

Tamasia bekerja sama dengan PT Antam dalam menyediakan emas jenis batangan dan logam. Perihal ketersediaan, pelanggan tak perlu khawatir karena produk Antam mendahului konsumen dari Tamasia.

Emas yang dibeli juga mendapatkan sertifikat khusus Antam sehingga mudah untuk dijual kembali. Apabila nasabah tertarik mendapat pemasukan tambahan, Tamasia juga membuka jaringan keagenan. Nasabah bisa mendaftar sebagau reseller. Dengan menjual emas dalam jumlah dan jangka waktu tertentu, reseller bisa mendapat komisi senilai 20 sampai 25 persen.

Harga emas di Tamasia sudah termasuk pajak 0,45 persen bagi pelanggan yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Aplikasi Tamasia sangat mudah digunakan untuk segala usia.

Platform ini menyasar kalangan menengah untuk menanamkan budaya investasi emas sejak dini. Sejak diluncurkan perdana Juni lalu, Tamasia sudah diunduh sebanyak 1.500 kali dengan total reseller mencapai lebih dari 500 orang. Tamasia sudah tersedia untuk platform Android dan iOS.

Berita Terkait