Rabu , 11 October 2017, 17:06 WIB

Laju IHSG Terus Melemah Terseret Sentimen Negatif

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Budi Raharjo
Republika/Rakhmawaty La'lang
Petugas berdiri di dekat papan elektronik yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia.
Petugas berdiri di dekat papan elektronik yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini tampaknya masih betah di zona merah. Pasalnya di akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,39 persen atau 22,98 poin di level 5.882,790.

Pelemahan telah terjadi sejak dibuka di posisi 5.900,73. Sayangnya, IHSG gagal mempertahankan posisinya dan harus rela merosot ke bawah 5.900.

Analis Senior Binaartha Securities Reza Priyambada mengatakan, pelemahan pergerakan IHSG hari ini dikarenakan pelaku pasar masih melalukan aksi jual. Hal itu seiring belum adanya sentimen positif yang mampu menahan aksi jual tersebut.

"Pergerakan secara sektoral cenderung variatif di mana hanya sektor aneka industri, keuangan, serta pertambangan yang menguat. Itu pun karena memanfaatkan momentum yang ada serta pergerakan secara teknikal," ujar Reza di Jakarta, Rabu, (11/10).

Sementara, kata dia, pergerakan sektor lainnya cenderung melemah. Pasalnya, saham-saham yang ditransaksikan menguat pun lebih banyak berasal dari kategori saham berkapitalisasi kecil meski ada beberapa pula yang besar seperti Jasa Marga (JSMR) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG).

"Kembali melemahnya laju rupiah turut berimbas pada penurunan IHSG," tambah Reza. Adanya kenaikan pada sejumlah indeks saham Asia, menurutnya, tidak cukup kuat mengangkat gerak IHSG hari ini.