Senin , 18 February 2013, 10:02 WIB

Mengawali Pekan, Rupiah Melemah

Red: Nidia Zuraya
Republika/Wihdan Hidayat
Rupiah
Rupiah

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  -- Kurs (nilai tukar) rupiah pada Senin (18/2) pagi bergerak melemah enam poin terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah dipicu data produk domestik bruto (PDB) Eropa yang negatif.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah menjadi Rp 9.675 dibanding sebelumnya di posisi Rp 9.669 per dolar AS. "Apresiasi dolar AS terjadi setelah nilai tukar euro melemah paska diumumkannya turunnya PDB di Eropa dan beberapa negara kawasan lainnya, kondisi itu menjadi salah satu faktor rupiah tertekan," kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin (18/2).

Reza menambahkan, melemahnya nilai tukar rupiah juga masih terimbas dari neraca perdagangan Indonesia pada kuartal empat 2012 yang defisit menjadi 7,76 miliar dolar AS sehingga membuat pasar khawatir terhadap kemampuan Indonesia untuk membiayai kebutuhan dolar AS.

Ia mengatakan, di satu sisi, penguatan dolar AS didorong setelah data penurunan klaim pengangguran AS dan komentar pro-moneter ketat dari salah satu petinggi Bank Sentral AS atau The Fed. "Meski demikian sejauh ini, nilai tukar rupiah masih dalam posisi yang stabil, fluktuasinya juga masih terjaga seiring Bank Indonesia yang mengintervensi pasar," kata dia.

Sementara itu, pengamat Pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, nilai tukar Asia yang tertekan terhadap dolar AS ikut menjadi sentimen negatif bagi mata uang domestik. "Diperkirakan, rupiah masih akan bergerak di kisaran antara Rp9.670-Rp9.690 per dolar AS," kata Lana.

Sumber : Antara

Berita Terkait