Rabu , 21 September 2016, 16:47 WIB

Ini Cara Permudah Akses Dana Bagi UMKM

Red: Budi Raharjo
Republika/Agung Supriyanto
Pengunjung memperhatikan salah satu produk kreatif produk UMKM. (ilustrasi)
Pengunjung memperhatikan salah satu produk kreatif produk UMKM. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menilai pentingnya penggunaan internet dalam pengumpulan data. Untuk itu Akumindo menggandeng PT Inovasi Teknologi Nusantara dalam membangun basis data bagi usaha mikro, kecil, dan Menengah (UMKM).

Ikhsan mengatakan, adanya basis data secara daring akan memudahkan pendataan secara akurat. Data tersebut nantinya menjadi acuan Akumindo dalam penyaluran bantuan dan juga informasi akurat ke masyarakat. "Dengan begini kita akan memberi data riil, yang akurat," ujarnya usai menandatangani nota kesepahaman dengan PT Inovasi Teknologi Nusantara di kantor Akumindo, Rabu (21/9).

Ia mengatakan, UMKM berhak mendapat akses salah satunya permodalan. Seperti diketahui, kata dia, tugas asosisasi adalah membina UMKM termasuk menjembatani mereka dengan permodalan. "Dengan adanya akses, permodalan bisa tersalurkan," lanjut dia.

Selain permodalan yang bersumber dari koperasi, basis data ini juga dapat digunakan perusahaan-perusahaan dalam menyalurkan program CSR. Ikhsan menjelaskan, ada dua program CSR perusahaan yakni bina lingkungan dan pembinaan kemitraan. "Ini langkab kongkret yang bisa dipakai perusahaan untuk mengetahui siapa yang perlu diberdayakan," katanya.

Namun, ia menegaskan jika basis data ini hanya diperuntukkan bagi UMKM anggota Akumindo. Ia menargetkan pada akhir 2018 sudah dapat mendata UMKM di 540 kota/kabupaten seluruh Indonesia. Pulau Jawa akan menjadi prioritas awal dalam penerapan basis data daring ini. Sebab, jumlah UMKM di pulau Jawa sangat banyak dibanding pulau lainnya.