Rabu, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 Februari 2018

Rabu, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 Februari 2018

Rupiah Stabil dan Saham Tambang Picu IHSG Menguat 8,709 Poin

Selasa 29 Juni 2010 05:34 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia

Foto: ANTRA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia, Senin (28/6) ditutup menguat kendati sempat bergerak ke area negatif. IHSG BEI naik 8,709 poin (0,30 persen) ke level 2.955,732 poin, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 1,634 poin (0,28 persen) ke level 575,827.

Analis PT Millenium Danatama Sekuritas, Ahmad Riyadi di Jakarta, Senin mengatakan, saham-saham sektor pertambangan dan perbankan yang masih menguat menahan indeks BEI berada di area negatif. "IHSG sempat melemah namun penguatan saham sektor tambang dan perbankan menahan IHSG ke posisi negatif, dan berita tentang G20 di Toronto dianggap positif oleh investor," katanya

Ia menambahkan, Rupiah yang bergerak stabil juga menjadi salah satu faktor pendukung penguatan indeks BEI. Berdasarkan data kurs transaksi Bank Indonesia (BI), Rupiah hari ini berakhir menguat di posisi Rp9.040 per dolar AS, sedangkan pada perdagangan sebelumnya, Rupiah berada di level Rp9.050 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini di BEI mencapai volume 3,328 miliar saham dengan nilai Rp2,091 triliun dari 78.329 kali transaksi. Tercatat 102 saham harganya menguat, 98 saham melemah, dan 72 harganya tetap. Gudang Garam (GGRM) naik Rp1.100 ke Rp34.150, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp700 ke Rp38.500, Sari Roti (ROTI) naik Rp215 ke Rp1.490.

Dari kawasan regional, indeks Hang Seng naik 35,89 poin (0,17 persen) ke posisi 20,726, Nikkei-225 melemah 43,54 poin (0,45 persen) ke level 9.693, dan Straits Times naik 18,35 poin (0,64 persen) di posisi 2.869.

Sumber : Ant
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES