Rabu , 20 September 2017, 10:38 WIB

Nasabah Dekat Gunung Agung Bali tak Perlu Tarik Uang Massal

Red: Nur Aini
Antara/Nyoman Budhiana
Warga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9).
Warga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengimbau nasabah khususnya di Kabupaten Karangasem untuk tidak melakukan penarikan uang secara massal atau rush money menyikapi peningkatan status vulkanik Gunung Agung.

"Tidak perlu panik simpanan di bank aman dan sekarang sudah online, bisa ditarik di daerah lain," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Rabu (20/9).

Perbankan, kata dia, telah memiliki rencana kontijensi apabila ada bencana alam termasuk rencana dari bank sentral. BI, kata dia, bisa saja memindahkan operasional ke perwakilan BI di daerah terdekat apabila memang situasi di suatu daerah secara keseluruhan sudah darurat atau fatal akibat bencana alam.

Senada dengan Causa, Pemimpin BNI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Putu Bagus Kresna mengatakan perbankan termasuk bank BUMN itu memiliki rencana kontijensi apabila menghadapi bencana alam.
"Setiap bank memiliki rencana kontijensi dan itu setiap tahun harus dilatih," katanya. Rencana tersebut meliputi keamanan jaringan hingga kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat.

Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil BRI Bali dan Nusa Tenggara Yoyok Mulawarman juga mengimbau nasabah untuk tidak melakukan penarikan massal karena sistem jaringan yang sudah "online" sehingga nasabah dapat melakukan penarikan di tempat yang tidak terdampak. Saat ini, pihaknya terus memantau perkembangan di Gunung Agung setelah status vulkanik dinaikkan menjadi siaga dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

BRI memiliki satu kantor cabang di Kabupaten Karangasem dengan jumlah unit yang cukup banyak hingga merambah ke pelosok desa. Terkait jaringan perbankan, Yoyok mengaku saat ini tidak mengalami kendala karena BRI memiliki jaringan satelit tersendiri. "Walaupun misalnya ada bencana, tidak ada pengaruh uang nasabah hilang. Nasabah masih tetap bisa mengakses keuangan mereka di tempat lain yang tidak terdampak karena sistem sudah 'online," ujar Yoyok.

Sebelumnya puluhan warga di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, menarik uang tabungannya di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) setempat antisipasi bencana Gunung Agung. "Mereka menarik uang untuk dipindahkan ke lain agar lebih mudah melakukan transaksi elektronik," kata Kepala Desa Sebudi, Nyoman Tinggal. Dia mengakui bahwa warga menarik uang dalam jumlah besar, tetapi pihaknya yakin LPD tersebut tidak akan bangkrut akibat penarikan uang tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem Artha Dipa menyarankan agar warga tidak melakukan penarikan uang dalam jumlah besar yang telah tersimpan di LPD setempat. "Biarkan saja uangnya di LPD tersimpan, saya yakin tabungan masyarakat aman. Lagi pula LPD sekarang sudah bekerja sama dengan bank dan uangnya pasti disimpan di bank bukan di brangkas LPD," ujarnya. Dia mengakui memang setiap warga perlu memegang uang dalam kondisi darurat bencana seperti saat ini, tetapi yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan barang berharga.

Sumber : Antara