Rabu , 13 September 2017, 19:26 WIB

Belanja Iklan Terus Naik, Ini Penyebabnya Versi Nielsen

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini
Antara
Iklan ruang luar (Ilustrasi)
Iklan ruang luar (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nielsen Indonesia menyatakan, belanja iklan secara garis besar masih menunjukkan tren peningkatan untuk periode Januari sampai Juli 2017. Dibandingkan periode serupa pada 2016, pertumbuhan belanja iklan tahun ini bergerak positif sebesar enam persen.

Executive Director Head of Media Business Nielsen Indonesia Hellen Katherina mengatakan, peningkatan itu lebih dipengaruhi oleh kenaikan tarif. Dengan kenaikan tersebut maka, sepanjang Januari hingga Juli 2017, belanja iklan di televisi (TV) dan media cetak mencapai Rp 82,1 triliun.

Dari sisi konsumen, kata Hellen, penghematan tampak dilakukan di berbagai sektor pengeluaran. Hal itu karena terpengaruh kenaikan harga produk konsumen cepat habis (Fast Moving Consumer Goods/FMCG) yang melebihi kenaikan inflasi.

"Ketika daya beli konsumen menurun, penjualan barang juga menurun. Pemasang iklan uangnya juga lebih sedikit untuk belanja iklan," ujar Hellen kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/9). Meski begitu, ia menuturkan, nilai belanja iklan untuk sebagian besar sektor masih tumbuh kecuali rokok.

Berdasarkan riset Nielsen Advertising Information Services yang dirilis Rabu ini, pada periode Januari sampai Juli 2017, ada beberapa kategori produk yang mendorong pertumbuhan. Produk itu di antaranya telekomunikasi dan layanan online, masing-masing tumbuh 32 persen dan 31 persen hingga mencapai Rp 3,7 triliun serta Rp 3,2 triliun. Selanjutnya, kategori snack seperti biskuit serta cookies naik 25 persen menjadi Rp 2,6 triliun.

Hellen menjelaskan, pertumbuhan belanja iklan pada sektor telekomunikasi dipengaruhi oleh beberapa merek ponsel. Sedangkan untuk layanan online, tiga pengiklan terbesar adalah Traveloka, Agoda, juga Shopee.

"Gaya hidup konsumen yang semakin mendekat ke arah digital memengaruhi ketatnya kompetisi para penyedia jasa telekomunikasi dan online khususnya e-commerce. Dengan begitu pengiklan semakin gencar beraktivitas di beragam media," kata Hellen.

Jika dilihat berdasarkan medianya, pada Januari sampai Juli 2017, TV masih berkontribusi terbesar dalam total belanja iklan nasional. Belanja iklan di TV mencapai Rp 65,1 triliun, disusul belanja iklan di koran sebesar Rp 15,6 triliun. Lalu belanja iklan di radio menembus Rp 811,8 miliar, nilai itu lebih tinggi dibandingkan belanja iklan di majalah atau tabloid yang hanya Rp 686,6 miliar.