Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Empat BPR di Jatim Dicabut Izin Usahanya

Rabu 13 September 2017 08:03 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Nidia Zuraya

Bank Perkreditan Rakyat ( ilustrasi )

Bank Perkreditan Rakyat ( ilustrasi )

Foto: Republika On Line/Mardiah diah

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Dari 350-an, terdapat empat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Timur yang telah dicabut izin usahanya selama periode 2016. Ketua DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jatim, Luluk Indrayani berharap tidak ada lagi BPR yang mengalami hal serupa di periode berikutnya.

"Di Malang sendiri belum ada, dan saya harapkan tidak akan pernah ada yang dicabut izin usahanya," kata Luluk di Malang, Selasa (12/9).

Adapun empat BPR yang dicabut itu berada di Pasuruan dan Sidoarjo, Jatim. Tiga di antaranya berada di Sidoarjo sepertiBPR DhasatraArtha Sempurna,BPR KudamasSentosa danBPR Triharta Indah. Sementara sisanya yang berada di Pasuruan, yakni BPR Syariah Al Hidayah.

Menurut Luluk, mereka dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bukan karena kalah dalam persaingan usaha. Namun lebih pada kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM)-nya yang dianggap kurang mumpuni. Pihaknya menilai terdapat sejumlah oknum yang tidak memiliki integritas dan lebih mementingkan diri sendiri.

"BPR yang dicabut izin usahanya karena kita ingin tetap dapatkan trust dari masyarakat. Kita mau supaya tetap eksis walau ada beberapa oknum yang lakukan tindak pidana fraud," tegas dia.

Agar itu tak terjadi lagi, pihaknya tentu perlu menguatkan organisasinya. Pihaknya berupaya menguatkan SDM-nya agar sesuai dengan kompetensi yang diharapkan OJK. Oleh karena itu, pengangkatana semacan direktur maupun komisaris pada suatu BPR akan menjalankan pelatihan terlebih dahulu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Drone Milik PVMBG Hilang di Gunung Agung

Selasa , 23 January 2018, 20:21 WIB