Senin , 19 June 2017, 03:40 WIB

Tips Memilih Investasi Bagi Pemula

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
Pixabay
Pakar pengelolaan keuangan menyebut takaran kekayaan seseorang tidak selalu dilihat dari penghasilannya. Melainkan dari banyaknya uang yang diinvestasikannya.
Pakar pengelolaan keuangan menyebut takaran kekayaan seseorang tidak selalu dilihat dari penghasilannya. Melainkan dari banyaknya uang yang diinvestasikannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perencanaan keuangan dengan baik dapat membantu banyak hal bagi kehidupan. Apalagi, kini semakin banyak instrumen investasi yang disediakan oleh lembaga keuangan.

Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management Sigit P. Wiryadi mengatakan salah satu investasi yang bisa digunakan adalah reksadana. Menurut dia, investasi dalam bentuk produk reksa dana di masyarakat Indonesia masih terbilang masih rendah. Apalagi, mayoritas anak muda masih belum berpikir untuk memiliki produk investasi, atau cenderung memilih menabung secara konvensional.

Namun, tren memperlihatkan pertumbuhan kesadaran berinvestasi yang mulai meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemudahan pertukaran akses informasi berkontribusi besar pada meningkatnya kesadaran generasi milenial terkait pengetahuan dasar seputar instrumen investasi.

“Kampanye ini juga merupakan bagian dari komitmen Aberdeen untuk mendukung pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan edukasi keuangan serta memberikan perspektif yang transparan kepada publik mengingat pemahaman akan pengetahuan dan informasi merupakan salah satu kunci kesuksesan investasi,” kata  Sigit P. Wiryadi.

Berikut 10 tips cerdas dalam berinvestasi “10 Golden Rules” dari PT Aberdeen Asset Management:
1.  Memilih perusahaan yang memberikan perlakuan yang adil bagi semua pemegang saham.
2.  Perhatikan kualitas sumber daya manusia perusahaan, bukan seberapa besar asetnya.
3. Perhatikan kondisi keuangan perusahaan tersebut.
4. Pahami apa yang akan Anda beli.
5. Waspada, jangan percaya terhadap janji hasil yang berlebihan
6. Berpikir jangka panjang.
7.  Tolak ukur indeks hanyalah alat acuan
8.  Ambil kesempatan dari kondisi pasar irasional.
9.   Lakukan riset.
10. Fokus pada industri yang berpotensi memiliki keuntungan kompetitif berkelanjutan.