Rabu , 14 June 2017, 22:20 WIB

BEI Catat Total Penerbitan Surat Utang Lampaui Rp 46 Triliun

Red: Nur Aini
Republika/Wihdan
Layar monitor menunjukan pergerakan grafik surat utang negara di Delaing Room Treasury (ilustrasi).
Layar monitor menunjukan pergerakan grafik surat utang negara di Delaing Room Treasury (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang (obligasi) dan sukuk sejak awal tahun hingga 14 Juni 2017 mencapai sebesar Rp 46,37 triliun.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/6), memaparkan bahwa jumlah itu bertambah seiring dengan pencatatan obligasi dan sukuk ijarah PT Medco Energi Internasional Tbk. Ia mengemukakan bahwa PT Medco Energi Internasional Tbk mencatatkan obligasi berkelanjutan II tahap V tahun 2017 dengan nilai nominal sebesar Rp 1,271 triliun.

Ia menyampaikan bahwa obligasi berkelanjutan II Medco Energi Internasional tahap V tahun 2017 yang dicatatkan itu terdiri dari seri A (MEDC02ACN5) dengan total dana sebesar Rp 248,5 miliar dengan jangka waktu 370 hari kalender. Kemudian, seri B (MEDC02BCN5) dengan total dana sebesar Rp 269,5 miliar dengan jangka waktu 3 tahun. Dan, seri C (MEDC02CCN5) dengan total dana sebesar Rp 753,5 miliar berjangka waktu 5 tahun.

"Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi adalah idA+ (single A plus). Dan, bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk," paparnya.

Dengan pencatatan obligasi PT Medco Energi Internasional Tbk itu, kata dia, maka emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 di BEI adalah sebanyak 30 emisi dari 26 emiten senilai Rp 46,37 triliun. Dengan demikian, ia mengatakan bahwa maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 327 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 331,38 triliun dan 67,5 juta dolar AS, diterbitkan oleh 109 emiten.

Sementara itu, surat berharga negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 95 seri dengan nilai nominal Rp 1.942,38 triliun dan 200 juta dolar AS. Selain itu terdapat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak delapan emisi senilai Rp 3,5 triliun.

Sumber : Antara