Jumat , 19 May 2017, 05:17 WIB

Minim, Kredit Perbankan ke Sektor Maritim dan Kelautan Hanya 1,24 Persen

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Budi Raharjo
Prayogi/Republika
Kapal nelayan Larantuka berlayar di perairan Flores, NTT untuk memancing ikan Cakalang
Kapal nelayan Larantuka berlayar di perairan Flores, NTT untuk memancing ikan Cakalang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, penyaluran kredit perbankan ke sektor maritim masih sangat minim sampai sekarang. Kebanyakan bank masih lebih fokus menyalurkan kredit ke sektor lain seperti korporasi dan konsumer.

Direktur Pengawasan Bank OJK Irnal Fiscallutfi menyebutkan, penyaluran kredit ke sektor maritim dan perikanan hanya 1,24 persen dari total kredit perbankan tahun ini. Rencananya jumlah kredit yang disalurkan perbankan pada tahun ini mencapai Rp 4.995 triliun.

"Dari data kami, porsi kredit kelautan dan perikanan masih sangat kecil outstanding-nya. Perbankan masih kurang berminat salurkan kredit ke kelautan dan perikanan," ujar Irnal di Jakarta, Kamis, (18/5).

Ia menambahkan, kurangnya minat tersebut salah satunya karena keterbatasan data bagi perbankan untuk melakukan riset serta pengembangan pembiayaan ke sektor ini, risikonya pun dinilai masih tinggi.

Maka untuk mendorong penyaluran kredit kedua sektor tersebut, OJK telah menjalankan program JARING. Dari 118 perbankan di Indonesia, sebanyak 46 bank pun menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi melakukan pembiayaan ke sektor maritim serta perikanan.

Berdasarkan data OJK, per Januari 2017, penyaluran kredit ke sektor perikanan sebesar Rp 9,14 triliun atau 0,21 persen dari total penyaluran kredit. Sedangkan kredit ke sektor pertanian, perburuan, serta kehutanan mencapai Rp 278 triliun setara dengan 6,45 persen dari total kredit.