Sabtu , 20 Mei 2017, 06:15 WIB

Risiko Perbankan jadi Fokus Perhatian BJB Kembangkan Bisnis

Rep: Amri Amrullah/Febrian Fachri/ Red: Nidia Zuraya
Budi Rahardjo/Republika
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank BJB, Agus Mulyana.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank BJB, Agus Mulyana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) berupaya menjaga strategi bisnis untuk terus berjalan sesuai dengan rencana. Salah satunya, Bank BJB sangat memperhatikan risiko perbankan, yang semakin hari semakin berkembang terutama dalam bisnis perbankan. 

Langkah ini ditegaskan kembali ketika HUT Bank BJB ke-56. "Terutama target yang ingin kita capai adalah bagaimana karyawan dan karyawati insan Bank BJB bisa lebih meningkatkan budaya kepatuhan untuk mengantisipasi, serta memitigasi risiko yang ada," kata Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank BJB, Agus Mulyana.

Kepatuhan yang dia maksud adalah membentuk kompetensi dan profesionallisme untuk seluruh insan Bank BJB, yang harus sejalan dengan sistem keberlanjutan diperbankan. Selain itu, pihaknya juga ingin komitmen-komitmen bank BJB terpenuhi. "Sehingga bisnis terus berjalan sesuai dengan trek," ujarnya.

Sedangkan untuk rencana ke depan, pihaknya ingin melakukan inovasi pengembangan kertas kerja dalam rangka menunjang bisnis perbankan. Sehingga kebijakan, mitigasi, risiko-risiko yang diinformasikan ke setiap unit bisnis dapat diterima baik, dan diikuti dengan pelaksanakan. Harapannya, kata dia, setiap bisnis Bank BJB sudah terlindungi dengan aturan yang sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, melalui program CSR Bank BJB, pihaknya juga ingin berkontribusi ke sektor pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Dimana semua dananya akan disisihkan dari laba bersih Bank BJB setiap tahunnya.