Sabtu , 20 May 2017, 04:50 WIB

Kisah Heroik dari Gedung NV Denis Bank

Red: Nidia Zuraya
foto istimewa
Gedung PD Bank Karya Pembangunan yang sebelumnya bernama NV Denis, dan sejak 16 April 1999 berganti nama menjadi PT BPD Jabar Banten.
Gedung PD Bank Karya Pembangunan yang sebelumnya bernama NV Denis, dan sejak 16 April 1999 berganti nama menjadi PT BPD Jabar Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, Selain di Surabaya, peristiwa heroik berupa perobekan bendera Belanda terjadi pula di Bandung. Kisah heroik itu terjadi di Gedung De Eerste Nederlands-Indische Spaarkas en Hypotheek Bank (Denis), yang saat ini menjadi gedung kantor Bank BJB), Jalan Braga, Kota Bandung.

Her Suganda, dalam bukunya Wisata Parijs van Java mengatakan, Denis Bank merupakan salah satu bank terbesar di Kota Bandung. Bangunan dengan gaya arsitektur art deco ini merupakan hasil rancangan AF Aalbers. Peletakan batu pertamanya dilakukan MEJ WBAN Googland pada 26 Juni 1936.

Sebagaimana gaya bangunan serupa hasil rancangannya, Gedung Denis Bank memiliki menara, tempat di mana bendera 'Merah Putih Biru' dikibarkan. Bahkan sampai awal Oktober 1945, bendera tersebut masih dikibarkan di sana sehingga menimbulkan insiden dengan para pemuda pejuang.

Para pemuda yang marah berusaha menaiki menara gedung namun hanya dua, Moh Endang Karmas dan Mulyono yang berhasil memanjat tiang bendera. Setelah dengan susah payah berada di atas tiang, Mulyono memegang ujung bendera yang sedang terkulai.

Endang Karmas, yang berada di bagian atas segera mencabut bayonet yang terselip di pinggangnya. Dia merobek warna bendera pada bendera itu, sehingga yang tersisa hanya warna merah dan putih dengan sedikit sisa warna biru.

Her Suganda menulis, kedua pemuda yang nekat itu hampir saja menjadi korban. Serdadu-serdadu Belanda yang menempati Savoy Homann membidikan senjatanya, lalu menembaki kedua pemuda tersebut.