Rabu , 26 April 2017, 05:16 WIB

Genjot Fee Based Income, BRI Garap Bancassurance

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Budi Raharjo
Republika/Agung Supriyanto
Nasabah melakukan tansaksi menggunakan mesin ATM Bank BRI di Jakarta, Senin (13/6). (Republika/Agung Supriyanto)
Nasabah melakukan tansaksi menggunakan mesin ATM Bank BRI di Jakarta, Senin (13/6). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bekerja sama dengan anak perusahaannya BRI Life untuk mengembangkan bisnis bancassurance. Pasalnya, kebutuhan investasi masyarakat di produk asuransi mulai meningkat.

"Maka kaitannya dengan bagaimana kita meningkatkan portofolio untuk mendapatkan Fee Based Income (FBI) dari bancassurance," ujar Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto, kepada wartawan, Selasa, (25/4). Menurutnya bancassurance sangat berpotensi meningkatkan FBI.

Ia menyebutkan, per Maret 2017, bancassurance sudah berkontribusi terhadap FBI sebesar Rp 50 miliar diharapkan sampai akhir tahun bisa menembus Rp 200 miliar. "Target FBI kami (BRI) tahun ini Rp 12,5 triliun. Ditargetkan sebanyak Rp 213 miliar dari bancassurance," jelas Sis.

Pada tahun lalu, FBI dari bancassurance mencapai sekitar Rp 116 miliar. "Setiap tahun harus ada kenaikan," tambahnya.

Sebelumnya, BRI menyatakan tahun ini masih akan fokus menggarap kredit untuk segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya pembiayaan di segmen tersebut terus tumbuh bahkan mencapai 23 persen pada kuartal pertama 2017.

BRI mengatakan sektor UMKM lebih sustainable dibandingkan korporasi. Sampai Maret 2017, BRI telah salurkan kredit ke UMKM sebesar Rp 471 triliun atau 72,1 persen dari seluruh portofolio.